Monday, June 9, 2014

Pendakian Merbabu 3142 mdpl


Pemandangan di atas pasti kita lihat tatkala melintasi udara Yogyakarta, istimewa memang, Ring of Fire nya Jawa yang mengelilingi daratan eksotik nan subur ini. Selama bertahun-tahun yang lalu cuma bisa lihat dari pesawat (telat kena 'racun' naik gunung sih), akhirnya di ujung Mei lalu berkesempatan menapakkan kaki di salah satu gunung indah Jawa Tengah, Merbabu. Rela saya jauh-jauh terbang dari bumi Borneo lagi untuk mengobati kerinduan muncak dan menguji diri sendiri. Memanfaatkan harpitnas dan dengan mengopyak-opyak beberapa teman yang tersisa di jogja berangkatlah kita tanggal 27-28 Mei 2014 dengan jumlah tim sebanyak 5 orang.


Gunung Merbabu memiliki ketinggian 3.142 mdpl, dan memiliki 7 puncak dengan Puncak Trianggulasi sebagai puncak tertinggi. Ada 4 jalur yang dapat ditempuh untuk mencapai puncak, jalur Utara (Wekas, Cunthel, Tekelan) dan jalur Selatan (Selo). Kebanyakan orang memilih naik dan turun lewat jalur yang berbeda, misal Wekas-Selo, Cunthel-Selo, Tekelan-Selo apalagi bagi yang mau lanjut lagi ke Merapi bisa terus lewat Selo. Kami memilih jalur Selo untuk naik-turun dengan pertimbangan : dekat dengan jogja, bawa kendaraan pribadi yang akan ribet kalau start-finish di jalur berbeda dan jalur Selo terkenal dengan sabana indahnya. Kekurangannya jalur Selo adalah jalur yang panjang dan tak ada sumber air sepanjang jalur pendakian, sehingga stok air harus disiapkan dari bawah dan harus cukup untuk naik-turun.

***

every journey begins with one step

Rute Merbabu via Jalur Selo :
Basecamp - Pos 1 - Pos 2 - Pos 3 - Sabana 1 - Sabana 2 - Puncak Trianggulasi dan atau Puncak Kenteng Songo
*note : perjalanan kami santai dan tidak ketat dengan waktu :D

And here we are, dengan bahan dan peralatan survival selama di gunung, berangkatlah kita dari basecamp pukul 13.30. Bismillah, berdoa bersama memohon keselamatan dan perlindungan, karena puncak adalah tujuan namun pulang dengan selamat jauh lebih utama. Perjalanan dari basecamp menuju Pos 1 kami tempuh selama 1,5 jam. Jalur didominasi hutan cemara di track awal, kemudian hutan heterogen yang rimbun, medannya masih nanjak standar, dan sesekali track datar 'bonus'. Selama perjalanan sering banget papasan sama pendaki yang mau turun, mereka tak hentinya berujar "semangat ya mbak, mas, dikit lagi'. Yak,semua mendadak saling sapa di gunung, hal yang gak pernah kita temui kalau ke mall. 

Setiap pos atau di tengah jalan kami selalu luangkan waktu untuk break sejenak, istirahatin punggung yang bawa 'beban hidup', ngatur napas, lurusin kaki.. Track mulai terasa menantang waktu mau masuk Pos 3, ada beberapa jalur yang sempit dan licin.

Pukul 17.20 kami sampai di Pos 3, disini mulai terlihat pepohonan Edelweis yang tumbuh di punggung bukit


edelweiss menyambut di Pos 3


Camp Ground di Pos 3, udah keliatan Merapinya

Hawa dingin bergelayut, gelap pun turun, badan capek plus laparr akhirnya tim kami memutuskan untuk nge-camp di Pos 3 saja, meleset dari rencana awal kami untuk camp di sabana 1 atau 2. Dirikan tenda, masak makan malam berupa sayur sop hangat + sarden telur.. sedangkan nasi sudah kita bawa dari bawah, kemudian sholat dan istirahat. Rencananya sih mau summit sambil sunrise berangkat jam 3 pagi.

Sebelum tidur, stargaze dulu, kapan lagi menikmati bintang-bintang di tempat yang minim polusi cahaya gini.

shillouette of Mt Merapi under the sky full of stars
*milky way kepotong karena cuma ada lensa standar :D


cahaya masa lalu yang indah


pas hunting ini, temen saya kena 'ranjau' darat yang gak di pendam sama yg punya. hhedehh
***

Jam 3 pagi, semua tim mulai menggeliat malas karena dingin dan pengen pipis. kami menghangatkan badan bikin teh panas, setelah diskusi, sepertinya pada berat kalau harus summit sepagi ini.. akhirnya, summit attack pun ditunda, tedoor lagi.. wkwk..

Jam 5.20 pagi.. sudah mulai terang tapi masih dingiinn.. pas buka tenda.. waw samudera awan menyambut di ufuk timur, berpadu langit membentuk garis horizon, dengan puncak gunung Lawu menyembul di antaranya. Serasa negri di atas awan.. Cakep !!

"Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari" indahnya


mata-hari
(c) kinaryo

   
merapi dari balik bukit pos 3 selo

sekitar 8 pagi setelah sarapan kami berangkat muncak.. muncak yang kesiangan !
Tenda dll ditinggal di Pos 3, yang kita bawa hanya tas daypack berisi air, makanan kecil secukupnya dan mantel untuk jaga-jaga. Pos 3 menuju Sabana 1 tracknya gak jauh memang tapi terjalnya sampai bikin merangkak-rangkak naik.

Sumbing yang ngintip, ditengah jalan menuju Sabana 1

Sabana 1, camp ground yang cukup luas. Salah satu teman kita memutuskan gak ikut lanjut perjalanan muncak di sini, wah padahal nanggung. Di Sabana 1 kabut mulai turun, sempat pesimis juga gak akan dapat view, tapi tetap harus majuu, kapan lagi kesini. Sambil nunggu kabut reda kita duduk istirahat. Lalu lanjutin perjalanan, 20 menitan kemudian sampailah kita di Sabana 2.. Padang Sabana yang luaaasss dan kereennn... cukup banyak yang ngecamp disini, tapi harus pandai-pandai cari perlindungan  dari angin karena minim pohon.


Sabana 2, dan bukit 'php' dibelakangnya yang mengantarkan kita ke puncak
wallpaper windows xp 




tetap senyum walau badan pegel
Dari Sabana 2 tinggal selangkah lagi menuju Puncak. Selangkah yang penuh perjuangan karena kaki makin pegel tapi semangat masih on-fire.. Bukit dibelakang itu yang keliatannya kecil tapi ternyata tinggi.. membuat kita ngerasa udah deket puncak tapi ternyata belom.. Butuh waktu hampir  2 jam untuk sampai puncak.. tiap 5 langkah, berhenti, kaki gemeter.. balik badan ke belakang liat gundukan sabana dan gagahnya merapi.. ahh.. indahnya bikin kita semangat lagi untuk naik, bikin nyeri di kaki ilang tiba-tiba.. tapi abis 5 langkah.. capek lagi.. haha.. 



hampir puncak ! pemandangan ini jadi penyemangat pas capek



on Top.. Puncak Kenteng Songo
Puncak Trianggulasi 

sekitar jam 12 kami sampai Puncak Trianggulasi, sungguh tak ada yang istimewa di sini, hanya sepetak tanah seukuran lapangan badminton yang gersang.. tapi sensasinya terasa dalam hati.


kadang mikir apa coba yang kita cari disini, capek-capek, panas-panas, jauh dari kata nyaman.. tapi ya inilah, hadiah dari keringat dan semangat.. keindahan yang diberi sang Pencipta, juga kepuasan telah menaklukan batas kemampuan diri sendiri.
Mungkin ini zat adiktif yang merasuk para Pendaki. Segala keluh kesah keringat terbayar saat sampai puncak, kadang selama perjalanan mengeluh capek ini itu, tapi saat raga sudah jauh dari ketinggian, rasa rindu itu tetap ada dan memanggil-manggilmu untuk berada di puncak lagi. "Karena bukan gunung yang kita taklukan tapi diri kitalah"

okeeh cukup ceramahanya :D .. setelah istirahat dan foto-foto kami lanjut ke Puncak Kenteng Songo yang hanya berjarak 5 menit jalan kaki dari Puncak Trianggulasi. Yak, Merbabu memang punya lebih dari 1 Puncak dan yang tertinggi adalah Puncak Kenteng Songo. 




 
***


view jalur utara dari Puncak Trianggulasi



view Sabana 2 ke Sabana 1









Jam 12.30 kita turun ke pos 3, makan secukupnya, beres-beres tenda, bawa turun semua sampah lalu turun ke basecamp.. Kasur udah manggil-manggil.
Di tengah perjalanan turun kita ketemu sama sepasang anak muda yang baru lulus SMA  dari Jakarta, yang akhirnya kita ajak bareng sampai ke jogja.. (Sayang gak sempat tuker CP, semoga kita bisa ketemu lagi )

Jam 8an malem sampai basecamp ambil kendaraan yang dititipkan di rumah warga lalu cuss pulang ke Jogja. Alhamdulillah semua personil sampai dengan keadaan selamat tanpa kurang satu apapun.


*Time record perjalanan kita, harap maklum kalau lambat :))

Hari ke 1 : 27 Mei 2014
Start dari Basecamp Selo jam 13.30 (kesiangan dari jogja)
Basecamp - Pos 1 = 1,5 jam ( 13.30 - 15.00)
Pos 1 - Pos 2 = 1,5 jam (15.10 - 16.40)
Pos 2 - Pos 3 = 1,5 jam lebih dikit (16.50-17.30)
ngecamp di Pos 3 karena hari sudah gelap

 
Hari ke 2 : 28 Mei 2014
Pos 3 - Sabana 1 = 1 jam (7.40-8.45)
Sabana 1 - Sabana 2 = 25 menit (9.10-9.35)
Sabana 2 - Puncak Trianggulasi =  2 jam (9.45-11.50)
Puncak Triangggulasi - Puncak Kenteng Songo 5 menit

Total waktu yang kita butuhkan 8 jam ! :D ini perjalanan yang sangat santai, banyak istirahat dan banyak foto-foto. kalau yang kaki dan fisik nya kuat bisa 'cuma' 6 jam. 

PS : usahakan selalu ajak temen yang doyan fotografi agar selalu bisa eksis :D




ini peta perjalanan dan ETA yang bermanfaat banget walaupun waktu tempuh kita lebih lambat.
*Dapet nemu dari internet, thanks to yang buat !!