Tampilkan postingan dengan label sunrise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sunrise. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2013

Golden Sunrise @ Sikunir

Bukit Sikunir (2100 mdpl) merupakan salah satu bukit yang terletak di Desa Sembungan, wonosobo, jawa tengah.Desa ini termasuk dalam dataran tinggi Dieng. Dan merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa.

Sikunir disebut-sebut sebagai salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan sunrise dengan latar belakang gunung Sindoro dan Sumbing. Akses mendaki yang tidak sulit membuat bukit ini cukup populer dan ramai dikunjungi saat weekend. Dalam waktu kurang lebih 30 menit kita sudah bisa sampai di puncaknya. Jalur pendakiannya pun sudah cukup baik dengan jalan setapak yang diberi batuan, walaupun ada yang masih berupa tanah sehingga cukup licin jika terguyur hujan.

How to get there :
Dari gerbang wisata Dieng (htm @ 2000) lanjutkan perjalanan ke desa sembungan (terus saja sekitar 5 km dgn jalan mendaki & berkelok sampai ketemu pertigaan belok kiri). kondisi jalan ke desa sembungan tidak begitu bagus. Sampai di sembungan kita akan dikenakan retribusi @ 4000. Parkir kendaraan di pinggir Telaga. Selanjutnya mendaki








Desa sembungan dari Sikunir 


Selasa, 10 September 2013

(another) sunrise spot : Gunung Purba


Sunrise.. Sunrise... Ada banyak cara menikmati sunrise salah satunya dengan menikmati breath-taking moment ini di spot-spot tertentu di ketinggian. Selain Setumbu Magelang, tempat lain menikmati sunrise di area sekitar yogya ada di Gunung Purba, tepatnya di kecamatan Nglanggeran, kabupaten Gunung Kidul, DIY. Lagi-lagi Gunung Kidul, memang kabupaten ini punya aset wisata alam yang sangat potensial dikembangkan.

Untuk mencapai Nglanggeran dari kota Yogya hanya 1,5 jam (saat jalanan sepi) - 2 jam jika lalu lintas padat. Jika tujuan anda adalah sunrise maka pastikan berangkat pagi-pagi buta dari jogja atau nge-camp. Kami berangkat sekitar pukul 02.30 dini hari, sampai di TKP sekitar pukul 03.30 lebih. Ternyata sudah banyak kendaraan lain yang parkir di area gunung purba, pertanda di atas puncak sudah ramai. Setelah parkir dan bayar retribusi masuk gunung purba sebesar @ 7000 rupiah, kita lanjutkan perjalanan puncak gunung purba dengan jalan kaki. Karena gelap, senter sangat membantu kami menemukan arah jalan, o iy katanya sih bisa sewa guide juga, tapi berhubung ada seorang teman yang udah pernah kesana akhirnya kita urung sewa guide. 

Perjalanan menuju puncak di dominasi oleh tanjakan terjal dan berbatu, ada beberapa ruas dengan tangga semi vertikal yang terbuat dari batang pohon dan lorong sempit dari batuan besar yang berhimpit, beberapa jalur sudah diberi anak tangga sederhana dari batuan. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 1 jam, tergantung seberapa cepat kaki melangkah dan seberapa lama waktu istirihat. Cukup bikin ngos-ngosan.
Sampai di puncak, langit masih gelap, bintang-bintang bertaburan, semua teraang dan jelas terlihat karena gak ada polusi cahaya.. indaahh.. Suhu di atas belum begitu dingin saat kami sampai puncak, namun perlahan tapi pasti seiring dengan mendekatnya waktu matahari terbit, suhu semakin menurun bersama kabut.. brrr...dingiiin..

Sebenarnya di  Gunung Purba ini, kita tidak bisa melihat mataharinya, melainkan hanya kabut dan panorama langit saat sunrise. Hal ini karena, banyaknya tebing tinggi yang menghalangi matahari terlihat, tidak seperti di Setumbu yang memang menyajikan sunrise dengan dataran rendah luas di bawahnya. Yang membedakan disini adalah kabut yang berarak berjalan saat matahari terbit.. cakeepp kayak arus sungai.. :)


kabut yang berarak mengalir saat sunrise


sunrise yang terhalang bukit

kabut yang mulai turun menipis


Merapi dari Gn.Purba






sebagian trek gunung purba

finally !

Rabu, 24 Oktober 2012

Mystical Sunrise at Punthuk Setumbu

Menikmati 'borobudur sunrise' dengan budget ala backpacker sangat bisa kita nikmati di Punthuk Setumbu. Punthuk Setumbu adalah salah satu spot terbaik untuk menikmati sunrise dengan pemandangan borobudur yang diselimuti kabut dan background gunung Merapi - Merbabu.

Punthuk Setumbu baru beberapa tahun belakangan ini menjadi primadona penikmat sunrise dan pemburu foto. Letaknya masih di sekitar komplek Borobudur, tepatnya di desa Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah. Punthuk Setumbu ini sebenarnya adalah sebuah bukit yang tanahnya masih digunakan warga sekitar untuk bercocok tanam, tapi di satu titik dikelola warga sebagai tempat untuk menikmati sunrise.

Karena judulnya menikmati SUNRISE, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah bangun sangat pagi sekali ! Pukul 5 lebih pada akhir musim kemarau begini biasanya matahari sudah mulai menunjukkan semburat sinar merahnya jadi pastikan pukul setengah 5 harus sudah di TKP
Waktu yang kami butuhkan dari jogja menuju punthuk setumbu adalah sekitar 1 jam, maka kami berangkat pukul 3 pagi. Untuk mencapai daerah ini, kita melalui jalan yang sama seperti ke Borobudur, kemudian sampai di Borobudur belok kiri (mengikuti arah Hotel Manohara -- Punthuk Setumbu), lewati hotel Manohara terus saja melewati perkampungan warga sampai ketemu perempatan WARUNG pertama, belok kanan, ikuti saja jalan utamanya agak jauh, sampai ketemu mesjid kecil di sebelah kiri dan ada poskamling dengan plang Punthuk Setumbu disebelah kanan.

poskamling depan mesjid (gambar diambil saat pulang)

jalan menanjak menuju loket retribusi


loket retribusi dan tempat parkir atas
Kendaraan bisa di parkir di mesjid atau naik (disediakan lapangan parkir di atas) dengan jalan yang cukup terjal. Lebih disarankan parkir di atas karena, jika parkir di bawah energi kita sudah habis setengah untuk mendaki. Nanti di atas ada retribusi, 15 ribu per orang, ada guide dipinjamkan senter dan dipandu menyusuri jalan setapak (jika semalam hujan pasti becek). 


Setelah 20 menit yang menguras nafas (ketauan jarang olahraga) sampai juga di punthuk setumbu.. breathtaking sejenak lihat pemandangan cantik dengan kabut-kabut yang mulai turun menutupi pohon dan borobodur sambil menunggu matahari naik -- thats why i called it 'the mystical sunrise' :D .

Kira-kira ini yang bisa kita lihat dengan mata telanjang :
23 Oktober 2012 jam 05.37

23 Oktober 2012 jam 06.26


Dari mata lensa alias udah di zoom plus crop pic






mystical sunrise :) -- Punthuk Setumbu

the misty borobudur
 *Harus jeli sekali melihat borobudur yang mini tersamarkan oleh pohon-pohon di sekeliling yang tingginya hampir setinggi borobudur.

Nah, Karena judulnya wisata alam dan yang kita lihat adalah prosesi alamiah dari sunrise maka nasib anda tergantung pada cuaca, jika cerah terlihat tapi jika mendung maka pemandangan tak terlihat. Beruntung hari itu cerah, tidak seperti hari sebelumnya yang mendung sehingga menghalangi pemandangan mystical ini. Gunung Merapi-Merbabu pun juga tampak walaupun awalnya ada sedikit awan yang menutupi. Sebenarnya ada tips untuk mengunjungi punthuk setumbu ini, lihat cuaca hari sebelumnya atau lihat langit malam sebelum berangkat, jika langit cerah dengan taburan bintang yang terlihat, bisa di-RAMAL-kan pagi itu tidak ada mendung. *hm tapi manusia hanya bisa meramal, Tuhan juga yang menentukan :p

Highlight :
  • Di area ini juga disediakan beberapa homestay, jadi bagi wisatawan luar daerah yang tidak ingin terlalu jauh dari setumbu bisa menginap disini.
  • Siapkan alas kaki paling nyaman untuk digunakan mendaki
  • Bawa air putih, walaupun disediakan juga teh/kopi hangat gratis untuk pengunjung
  • Datang sebelum jam 5 pagi agar tidak terlalu terburu-buru naik bukit dan mengakibatkan capek
  • Bawa teropong lebih baik untuk melihat borobudur, karena borobudurnya kecil sekaliii
  • Bawa perlengkapan fotografi
 Behind the scene
enjoying sunrise


gardu pandang setumbu

jalan setapak turun dari setumbu


keywords : Punthuk Setumbu, Thuk Setumbu, Stumbu, Borobudur Sunrise, Magelang