Wednesday, October 24, 2012

Mystical Sunrise at Punthuk Setumbu

Menikmati 'borobudur sunrise' dengan budget ala backpacker sangat bisa kita nikmati di Punthuk Setumbu. Punthuk Setumbu adalah salah satu spot terbaik untuk menikmati sunrise dengan pemandangan borobudur yang diselimuti kabut dan background gunung Merapi - Merbabu.

Punthuk Setumbu baru beberapa tahun belakangan ini menjadi primadona penikmat sunrise dan pemburu foto. Letaknya masih di sekitar komplek Borobudur, tepatnya di desa Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah. Punthuk Setumbu ini sebenarnya adalah sebuah bukit yang tanahnya masih digunakan warga sekitar untuk bercocok tanam, tapi di satu titik dikelola warga sebagai tempat untuk menikmati sunrise.

Karena judulnya menikmati SUNRISE, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah bangun sangat pagi sekali ! Pukul 5 lebih pada akhir musim kemarau begini biasanya matahari sudah mulai menunjukkan semburat sinar merahnya jadi pastikan pukul setengah 5 harus sudah di TKP
Waktu yang kami butuhkan dari jogja menuju punthuk setumbu adalah sekitar 1 jam, maka kami berangkat pukul 3 pagi. Untuk mencapai daerah ini, kita melalui jalan yang sama seperti ke Borobudur, kemudian sampai di Borobudur belok kiri (mengikuti arah Hotel Manohara -- Punthuk Setumbu), lewati hotel Manohara terus saja melewati perkampungan warga sampai ketemu perempatan WARUNG pertama, belok kanan, ikuti saja jalan utamanya agak jauh, sampai ketemu mesjid kecil di sebelah kiri dan ada poskamling dengan plang Punthuk Setumbu disebelah kanan.

poskamling depan mesjid (gambar diambil saat pulang)

jalan menanjak menuju loket retribusi


loket retribusi dan tempat parkir atas
Kendaraan bisa di parkir di mesjid atau naik (disediakan lapangan parkir di atas) dengan jalan yang cukup terjal. Lebih disarankan parkir di atas karena, jika parkir di bawah energi kita sudah habis setengah untuk mendaki. Nanti di atas ada retribusi, 15 ribu per orang, ada guide dipinjamkan senter dan dipandu menyusuri jalan setapak (jika semalam hujan pasti becek). 


Setelah 20 menit yang menguras nafas (ketauan jarang olahraga) sampai juga di punthuk setumbu.. breathtaking sejenak lihat pemandangan cantik dengan kabut-kabut yang mulai turun menutupi pohon dan borobodur sambil menunggu matahari naik -- thats why i called it 'the mystical sunrise' :D .

Kira-kira ini yang bisa kita lihat dengan mata telanjang :
23 Oktober 2012 jam 05.37

23 Oktober 2012 jam 06.26


Dari mata lensa alias udah di zoom plus crop pic






mystical sunrise :) -- Punthuk Setumbu

the misty borobudur
 *Harus jeli sekali melihat borobudur yang mini tersamarkan oleh pohon-pohon di sekeliling yang tingginya hampir setinggi borobudur.

Nah, Karena judulnya wisata alam dan yang kita lihat adalah prosesi alamiah dari sunrise maka nasib anda tergantung pada cuaca, jika cerah terlihat tapi jika mendung maka pemandangan tak terlihat. Beruntung hari itu cerah, tidak seperti hari sebelumnya yang mendung sehingga menghalangi pemandangan mystical ini. Gunung Merapi-Merbabu pun juga tampak walaupun awalnya ada sedikit awan yang menutupi. Sebenarnya ada tips untuk mengunjungi punthuk setumbu ini, lihat cuaca hari sebelumnya atau lihat langit malam sebelum berangkat, jika langit cerah dengan taburan bintang yang terlihat, bisa di-RAMAL-kan pagi itu tidak ada mendung. *hm tapi manusia hanya bisa meramal, Tuhan juga yang menentukan :p

Highlight :
  • Di area ini juga disediakan beberapa homestay, jadi bagi wisatawan luar daerah yang tidak ingin terlalu jauh dari setumbu bisa menginap disini.
  • Siapkan alas kaki paling nyaman untuk digunakan mendaki
  • Bawa air putih, walaupun disediakan juga teh/kopi hangat gratis untuk pengunjung
  • Datang sebelum jam 5 pagi agar tidak terlalu terburu-buru naik bukit dan mengakibatkan capek
  • Bawa teropong lebih baik untuk melihat borobudur, karena borobudurnya kecil sekaliii
  • Bawa perlengkapan fotografi
 Behind the scene
enjoying sunrise


gardu pandang setumbu

jalan setapak turun dari setumbu


keywords : Punthuk Setumbu, Thuk Setumbu, Stumbu, Borobudur Sunrise, Magelang

Wednesday, October 3, 2012

Cave Tubing di Kali Suci (Wonosari, DIY)


Cave Tubing, adalah salah potensi wisata baru yang sedang digalakkan oleh kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
Apa itu Cave Tubing ? Cave berarti Gua, Tubing asal kata dari Tube berarti pipa. Cave Tubing ini adalah salah satu metode susur Gua dengan bantuan pipa (loh kok pipa?) maksudnya dengan bantuan ban. Jadi, caranya bukan menggunakan perahu karet seperti rafting, tapi kita duduk/ lebih tepatnya berbaring di atas ban karet untuk kemudian pasrah dengan arus air yang mengalir. Pasrah disini bukan berarti tidak safe, tetap ada guide yang akan mengarahkan perjalanan  dan penumpang tetap diberi perlengkapan seperti helm, deker juga pelampung untuk keselamatan.

Di Yogya sendiri, ada dua tempat ber-cave tubing ria, keduanya sama-sama terletak di Wonosari, kabupaten Gn. Kidul, yaitu di Gua Pindul dan Kali Suci. Nah, kali ini saya berkesempatan untuk mencicipi cave tubing di Kali Suci. Kenapa Kali Suci? Mendengar dari beberapa informasi, arus dan kontur di Kali Suci ini kabarnya lebih mantab dan menantang daripada Gua Pindul yang arusnya lebih tenang (kata yang sudah pernah nyicip Gua Pindul lo) 

Berangkat ke TKP, agak susah mencari lokasi Kali Suci, karena minimnya petunjuk arah, sehingga kami harus lumayan aktif bertanya pada penduduk sekitar. Sampai di sana, setelah membayar sejumlah 65 ribu rupiah, kami harus menunggu giliran ber-cave tubing. Setelah tiba giliran, kami diberi perlengkapan keselamatan termasuk beberapa instruksi. Nah sekarang persiapan sudah oke, saatnya nyemplung ke sungai, tapi di mana sungainya? Ternyata untuk menuju Kali Suci , kita harus berjalan kaki, sambil menggotong sendiri ban yang akan kita pakai untuk susur gua.



Setelah ketemu Kali-nya (arusnya deras !) , kamipun di pandu untuk turun bergantian secara teratur, dan agar kami tidak terlepas digunakanlah tali yang harus kita pegang erat, sekali tali lepas dari genggaman, maka kita bisa ikut arus duluan. hm, kebayangkan kalau terlalu jauh terseret arus, makanya disini kita sangat perlu mendengar apa yang diinstuksikan oleh pemandu. Setelah semua sudah turun ke air, saatnya kita tur gua, pemandu akan menjelaskan beberapa zona di Gua dari yang zona terang sampai zona gelap total,sambil mendengarkan kita disuguhi pemandangan gua seperti stalagmit dan stalagtit yang masih meneteskan air. 
start !


pegangan tali

memasuki gua

jeram kecil dalam gua

zona gelap dalam gua


pose dulu yo

Sebenarnya jarak tempuh/ panjang sungai di Kali Suci ini tidak begitu jauh, namun bisa memakan hingga 2 jam perjalanan, sebabnya karena pemandu harus mengatur satu demi satu pengunjung agar tetap dapat mengambang terbawa arus dengan aman dan teratur. Setelah tiba di akhir perjalanan, kami harus naik kembali ke daratan, dan untuk itu kami harus memanjat tebing semi lumpur yang kemiringannya 30 derajat kira-kira, dengan bantuan tali. Padahal kondisi kami saat itu sedang basah yang pastinya semakin menambah licin tanah yang kami pijak. Sesampainya di atas, kami di jemput dengan mobil pick up kembali ke markas awal kami berkumpul untuk mandi dan bersih-bersih, dan juga makan ! walaupun hanya dengan semangkuk indomie rebus pakai telur, karena lapar terasa nikmat

Catatan penting :
  • Pakailah alas kaki sepatu/ sendal sepatu yang nyaman, bukan sendal jepit. Bisa nyeker juga, tapi lebih nyaman pakai alas kaki
  • Dokumentasi lebih baik di titipkan pada guide, kecuali jika anda benar-benar yakin kamera bisa selamat di tangan anda
  • Jika tidak punya watercase untuk kamera SLR, lebih baik bawa kamera poket, bisa disiasati dengan membungkus kamera poket dengan plastik bening, jadi relatif lebih aman terkena air 

keyword : cave tubing, cave tubing kalisuci, kali suci, yogyakarta, wonosari

Press ENTER to look up in Wiktionary or CTRL+ENTER to look up in Wikipedia

Sunday, September 16, 2012

Jelajah Pantai : Pantai Sadeng dan Pantai Somandeng (Wonosari, Gunung Kidul Part. 3 )




Pantai Sadeng

Mumpung masih 'summer', tak bosan-bosannya saya kembali untuk menikmati eksotisme gunung kidul, ya. eksotis..mulai dari suasana desa nya, hutan jatinya yang meranggas, dan yang paling utama adalah pantainya !
Menjelajah pantai-pantai di Wonosari, menurut saya gak cukup waktu sehari. Apalagi kalau berangkat menuju TKP nya agak siang, di tambah waktu perjalanan yang cukup lama, dan waktu berfoto yang tak sebentar. Hmm, seharian paling banter cuma bisa 3-4 pantai kalau benar-benar menikmati waktu di tiap pantai.

Kali ini, saya dan kawan-kawan mencoba menjelajah pantai yang masih agak asing di telinga kami, yaitu Pantai Sadeng. Pantai ini terletak jauh dari kelompok pantai yang sedang populer saat ini seperti indrayanti, drini, kukup, baron, sepanjang dkk. Jalan menuju pantai ini teraspal bagus, didominasi bukit dengan tikungan tajam dan tanjakan yang cukup curam. Sesampainya kami di gerbang masuk, tidak terlihat panorama pantai pada umumnya, banyak perahu nelayan yang bersandar, dan ada aroma 'khas' ikan menyeruak masuk rongga hidung. Ternyata, Pantai Sadeng ini masih berfungsi secara aktif sebagai Tempat Pelelangan Ikan. Untuk dapat view yang bagus, kami harus masuk agak dalam. Benar saja kalau pantai ini tak sepopuler pantai yang lain, karena bagian pantai yang berpasirnya tak banyak, sisanya banyak bebatuan besar yang sengaja di susun memanjang untuk menanggul air laut. Ya, pantai Sadeng menawarkan pemandangan pantai yang berbeda

tanggul air laut

perahu nelayan bersandar



Sadeng
 
Setelah dari Sadeng, kami lanjut perjalanan menuju pantai Indrayanti untuk makan siang, tapi karena tempatnya full kami coba cari tempat makan di pantai sebelah, jalan kaki saja, namanya Pantai Somandeng, pantai ini masih tetangga dengan Indrayanti, hanya dibatasi karang. Relatif lebih sepi dari Indrayanti, maklum sebelah lebih populer, tapi Somandeng juga gak begitu mengecewakan. Setelah makan siang, dengan menu seafood seadanya (ya seadanya karena di sini berbeda dengan pantai Depok yang banyak pilihan seafood hehe), kami menikmati suasana pantai sampai datang waktu sunset


Sunset from Somandeng Beach



keyword : Pantai, Pantai Wonosari, Pantai Sadeng, Pantai Indrayanti, Pantai Somandeng

Monday, September 10, 2012

outside Telaga Putri (Telogo Putri)


huah. Lama gak nulis. Setelah berjibaku dengan berbagai ujian, akhirnya bisa sedikit meluangkan waktu untuk cari materi yang mau ditulis :D. Jalan-jalannya (masih) di seputaran jogja saja

Selama bertahun-tahun di yogya, jujur baru ini saya ke Telaga ( Telogo ) Putri, wara-wiri ke 'atas' mentok-mentok hanya ke Museum Ullen Sentalu atau Cangkringan. Bukannya 'gak' tahu, tapi memang belum berjodoh ke sana dari dulu, baru sekarang kesampaian. 

Telaga Putri atau Telogo Putri ini, mungkin ujungnya jalan Kaliurang karena tak ada lagi jalan selain memutar. Telaga Putri dibagi dua area, area luar dan dalam, di area luar ada tempat bermain anak, kolam kecil untuk memancing, warung makan yang didominasi jadah tempe, dan tempat duduk-duduk. Di bagian dalamnya (inti) ada Air terjun, dan area view Merapi.

Sebelum masuk, kami sempatkan sholat dulu di Musholla dalam area parkir, lalu jalan-jalan sebentar di area tempat bermain, ada 'kawanan' Jeep juga parkir yang ternyata di sewakan untuk 'Merapi Jeep Adventure'.



'Jeep' ready to get some adventure !

tempat duduk pinggir kolam yang kering

datang disaat bunga bermekaran








ada flying fox juga

Puas foto-foto, kami lanjut cari loket masuk ke area inti Telogo Putri. Suhu di atas sini sangat sejuk, mengingat letaknya di kaki gunung Merapi. Namun, karena letaknya yang tinggi ini juga membuat wisatawan yang ingin melihat Merapi dari dekat 'gambling' dengan cuacanya. Kalau beruntung atau cuaca cerah, Merapi bisa terlihat jelas, tapi kalau cuaca lagi berawan, jangan harap bisa liat Merapi. Nah, kebetulan saat kami kesana cuacanya lagi tak bersahabat, awan tebal menutupi Merapi :( ditambah lagi Air terjunnya lagi kering, dampak kemarau dan erupsi tahun 2010 lalu yang menghanguskan hutan di atasnya. Akhirnya kami urungkan niat untuk masuk, padahal harga tiket masuk area inti hanya 2000 rupiah saja per orang. 

Besok-besok, kami niatin, kalau cuaca lagi cerah, janji pasti balik lagi. Sekarang ke obyek wisata lain, yaitu Telaga Nirmolo. Saya tulis di post selanjutnya ya :))

keywords : Telaga Putri, Telogo Putri, Merapi, Yogyakarta

Sunday, August 5, 2012

balcony +|- 5.30 am


Yogyakarta, tempat yang sama, diambil bulan Juli-Agustus pada hari yang berbeda
Sekitar 5.30 pagi

Tuesday, July 17, 2012

main air @ Ganda Puri Waterpark


sejauh ini yogya baru memiliki 2 arena bermain air yaitu Ganda Puri Waterpark di Jl Parangtritis km 9,5 (tepat di depan gong pasar seni Gabusan) dan Balong Waterpark di Jl Bantul
Dalam rangka main air sebelum puasa dan menghabiskan voucher potongan harga yang kami dapat, jadilah kita berangkat dan coba wahana di Ganda Puri Waterpark. Tempatnya strategis dan terlihat karena pas di pinggir jalan jl.Parangtritis.  Harga tiket dewasa Weekdays 20ribu sedangkan weekend 30ribu.  Peraturannya tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar. Fasilitasnya banyak yang berbayar disini seperti gazebo,sewa ban dan loker, sayang ya, itupun harus antri karena banyak yang keluar dan habis (harus memperbanyak kuota nih seharusnya) ada foodcourt, mushola, ruang ganti dan ruang bilas plus kamar mandi. O ya, beberapa kunci loker pakai sistem koin untuk mengunci. jadi kalau gak mau boros koin jangan keseringan buka tutup loker.
sewa ban dan loker


wahana bermain anak


gazebo for rent
Jika dibanding Pandawa Waterworld di Solo, Ganda Puri Waterpark ini terbilang lebih kecil, lebih cocok untuk area berenang anak dan keluarga. Seluncurannya pun standar, gak pakai ban, jadi kurang licin, kadang suka nyangkut di tengah selucuran hehe. Yah, tapi lumayan lah untuk wisatawan lokal yang tak ingin terlalu jauh mencari arena bermain air.


Byar byur @ Pandawa Water World



ini kali kedua saya mengunjungi Pandawa Water World yang terletak di wilayah Solo Baru, Solo. Pertama kali, sekitar tahun 2009, itu pun karena ada promo Free Lady pas hari sabtu, jadilah kita semangat pagi-pagi buta ke Solo pakai kereta Prameks paling pagi yang waktu itu tiketnya masih harga 7000  Nyampe TKP eh.. belom buka tempatnya, kepagian kita datang hahaha..
Setelah bertahun-tahun, baru bulan januari kemarin lagi ke sana. browsing-browsing harga tiket terbaru, tarif weekend 100.000 hari biasa 50.000, nah kabar baiknya bagi pengguna kartu Indosat & BCA ada promo berupa buy 1 get 1 khusus weekend ( sabtu, minggu & hari libur nasional) sedangkan hari biasa dapet diskon 20% , moment ini kami manfaatkan dengan menjadi pelanggan ‘setia’ Indosat untuk sementara.. (maaf ya *sel aku mengkhianatimu huahaha). untuk info lebih jelas cek di webnya Pandawa Water World
Pandawa Water World ini sepertinya yang terbesar di DIY dan jawa tengah. Water world yang memakai ornamen ala Pandawa dan Srikandi Jawa ini memiliki area kolam untuk dewasa (black hole, slide, jakuzzi, trampolin, ombak sampai bungee jumping)  dan kolam khusus anak. Fasilitasnya berupa toilet,ruang bilas dan ruang ganti (gak ada kamar mandinya, jadi cuma bisa bilas aja di shower), ada loker yang kl mau pinjem kunci wajib pakai uang jaminan 15.000 nanti kalau udah selesai pakai loker uangnya dibalikin, dan bebas pakai ban alias kalau ada ban nganggur dipinggiran kolam langsung pungut!





sebenarnya ini kolam khusus anak

slide plus bungee jumping (kalau berani coba)

mantul di trampolin dengen kedalam air dibawahnya 5 M.

jacuzzi-jacuzzian arinya gak anget

ombak yang nyala 50 menit sekali dengan black hole di belakangnya



pintu keluar black hole

ornamen pandawa srikandi (?)