Senin, 06 Januari 2020

koreksi nama tiket rute internasional


Hati-hati saat membeli tiket rute internasional, pastikan harus sesuai dengan yang tertera di passport.
Jangan biasakan beli tiket pakai setingan otomatis di aplikasi pemesanan tiket internasional. Selalu kroscek nama sebelum melakukan pembayaran.

Terus kl ada salah nama gimana? Sebenarnya bisa saja koreksi nama penumpang di tiket tapi semua tergantung kebijakan masing-masing airlines, ada yang menggratiskan ada juga yang mengenakan biaya tertentu.

Berikut beberapa pengalaman saya utk kasus kurang nama di penerbangan internasional:

1. Perjalanan Jkt - Singapore menggunakan maskapai Air Asia dan pulang pakai Jet Star. Pesan lewat traveloka hanya input 2 suku kata nama, dari 4 suku kata di pasport.
Checkin aman, imigrasi aman. Saya sama sekali tidak mengajukan penggantian nama atau penambahan nama tapi pulang pergi lancar tanpa ada hambatan saat check in dan imigrasi. Hasil survey dari blog para traveller, untuk koreksi nama maskapai Air Asia dan Jet Star pun terbilang mudah. Utk air asia bahkan bisa gratis tanpa biaya lewat websitenya.

2. Thai Airways
Rute Jkt-Tokyo via Bangkok PP
Kelebihan dan kekurangan 1 huruf masih di maafkan. Berdasarkan info kekurangan/lebih 1-3 huruf masih dimaklumi.

3. Thai Airways
Rute Jakarta-okyo via Bangkok PP (pesan lewat traveloka)
Biasanya untuk rute internasional yang butuh visa saya selalu menyamakan nama tiket sama seperti paspor.
Ntah kenapa ada keteledoran saya hanya input dua suku kata nama seperti yang biasa saya lakukan saat pemesanan tiket domestik (karena saya pakai input otomatis). Padahal di passport saya ada 4 suku kata. Beberapa hari kemudian baru sadar, dan mulai panik. Kenapa panik? karena perjalanan ini menggunakan visa, lalu bukan negara Asean yang mungkin gak masalah kalau gak terlalu lengkap namanya. takutnya pas pemeriksaan saat boarding naik pesawat, ada ketidak sesuaian antara nama pasport dan nama tiket jadi bisa gagal terbang. sebenarnya saya mau aja gambling jalan pakai 2 suku kata nama itu KALAU SAYA PERGI SENDIRI. masalahnya liburan kali ini saya berangkat bareng ibu dan adik saya yang keduanya belum pernah ke jepang, kl misalnya saya gambling dan apes-apesnya gak bisa boarding karena nama kurang lengkap, malah kasian ibu n adik saya ntar disana gak ada yang temenin. 

akhirnya mulai cari-cari informasi, saya chat pihak traveloka dan dinfokan biaya untuk koreksi nama dan selisih class seat hampir sama seperti beli tiket baru. saya beli tiket awalnya PP 4,7juta (ada potongan diskon 900ribu dari harga awal 5,6juta) dan biaya koreksi nama via traveloka kena 4 juta! TANPA MENYEBUTKAN rincian 4 juta itu apa aja. gila, auto pusing mendadak.

karena domisili saya di luar jawa, saya coba email ke pihak thai air langsung di kantor perwakilan jakarta dan adik saya yg di jkt juga saya utus untuk datang ke kantornya. Dari balasan emailnya pihak Thai ternyata tidak bisa melakukan koreksi nama langsung disana, karena saya beli di agen (pihak ketiga) dan itu sudah jadi wewenang dan harus lewat agen tsb dan dari informasi adik sy menyebutkan bahwa jika di kantor thai air, biaya koreksi nama orang yang sama hanya dikenakan biaya 500ribu rupiah sedangkan jika orang yg berbeda adalah 1juta rupiah. Seharusnya pihak agen bisa bantu dan aturannya gak seketat itu. Dari sana menyarankan agar saya segera lakukan koreksi nama, agar tidak terkena tambahan upgrade class seat (mumpung class yang promo masih ada). 

Hmm agak ribet ya.
Saya coba telpon langsung CS travel*k* nya tapi ternyata nanya lewat telpon itu lebih ribet, karena mereka harus forward masalahnya dulu ke bagian ticket specialist, dan menyarankan untuk kirim dokumen via chat saja.
Dari chat2 sebelumnya saya di beritahu bahwa biaya koreksi nama sejumlah 4juta sekian, lalu saya minta rincian berikut saya sertakan attach email dari pihak thai ttg biaya 500ribu. lalu akhirnya diberi rincian 500ribu itu biaya koreksi nama, 3,5juta selisih class seat dan sisanya selisih pajak + dikirim nomor rekening jika bersedia bayar. 

Setelah saya iyakan, lalu traveloka konfirmasi lagi, tapi anehnya yang diubah itu nama orang lain. Disini saya agak aneh, akhirnya untuk cari aman saya tebus dan transfer saja yang 4 juta itu, dan beberapa menit kemudian saya dikirim eticket baru dengan kode booking baru dan saya cek class seat nya masih sama yaitu class W (gak naik/upgrade seat sama sekali). 

Okelah utk saat ini saya ikuti aturan Travel*ka yg tampaknya agak ribet dan tampak memanfaatkan keadaan konsumen utk mengambil keuntungan. Duh jangan lagi2 deh salah nama utk penerbangan internasional

Satu lagi yg agak ribet dari Travel*k* adalah sistem reschedule utk rute PP dalam 1 kode booking. Dia punya aturan gak bisa reschedule 1 rute saja. Jadi harus reschedule keduanya, which is keduanya jadi tetap nambah bayar (walaupun kelas dan harganya sama). Agak aneh dan lagi2 nampak memanfaatkan keadaan. Waktu itu kejadian sama saudara saya, utk tiket Lion Air. Akhirnya coba ke lion airnya langsung dan ternyata bisa reschedule 1 rute saja! Aneh kan, yg harusnya gampang malah jd ribet, yg harusnya murah malah dimahalin πŸ˜”



Kamis, 02 Januari 2020

Makanan Halal di Tokyo

Seneng banget sekarang di Tokyo makin banyak pilihan makan halal ! Dibanding 2016 lalu kesana, masih sedikit informasi ttg makanan halal. Pun, belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, sebagai seseorang yg sedang mencoba jadi muslim yg lebih baik, saya pun lebih strict lagi milih makanan halal. Kl dulu masih suka salah makan beef/chicken based tanpa tau halal tidaknya (meskipun sudah hindari  makanan yg ada kandungan mirin, babi dll), dulu masih jajan kroket ayam di familymart, atau beefbowl di Yoshinoya, sekarang udah gak lagi sembarangan makan beef/chicken.. yah kl bener2 gak nemu better makan seafood/egg/vegan based. Gyukatsu motomura dan ichiran ramen versi no pork yg hits itu pun masih belum jelas kehalal-annya jadi for me, better skip dulu aja makan d sono drpd kepikiran πŸ˜…

Tapi makin ke sini, makin no worry lagi cari makan halal di Jepang. Kuncinya cuma kudu mau effort aja jalan kaki atau nyari resto halalnya pake google maps. Apalagi kl Tokyo, di daerah Asakusa itu udah bertebaran resto makanan halal. Oiya ada baiknya sebelum ke tkp, cek dulu jam buka lunch dan dinnernya. Kebanyakan restoran ada jam break diantara lunch dan dinner sehingga restonya tutup. Maksimal datang 30 menit sebelum jam tutup.

Berikut list makanan halal yg sudah pernah saya coba dan ada juga yg belum saya coba ya :

1. Honolu Ramen Menya, Ebisu
- menu nya seputar Ramen, crispy chicken dan ada gyoza. Restonya gak terlalu besar, dan order makannya pakai vending machine.
- ada praying space yg nyempil di lantai 2 nya. 

Spicy extra rich ramen with crispy chicken + gyoza



Maps 

2. Asakusa Sushi Ken, Asakusa
- makan sushi belum sah kl belum d negara asalnya, belum banyak tempat makan sushi halal di jepang. Salah satunya Asakusa Sushi Ken. 
- harganya mayan pricey, dan ada jam lunch + dinnernya juga



Salmon sashimi + sea eel

Sushi with baked cheese nya juara




3. Sekai Cafe, Asakusa
- cafe ini menawarkan menu makanan muslim friendly dan vegan. Tempatnya cozy untuk sekedar ngobrol sambil ngopi atau ngeteh.

Gak banyak menu makanan berat, tapi lumayan untuk cemil2 atau breakfast. Senangnya lagi di cafe ini di sediakan space untuk solat + mukena juga ada 😍

Lupa judulnya, french toast apaa gitu 

Praying space


4. Halal Panga Yakiniku, Okachimachi (taito)
- i think this place is one of the best place to eat beef Yakiniku. Karena juga cukup populer di kalangan lokal. Terbukti pas makan di sana waktu makan siang, ada waiting list. Begitu juga saat dinner. Tempat ini menyediakan aneka premium beef, sampai A5 wagyu, dan beberapa menu makanan korea selatan. Sayangnya daging jenis A5 cuma dijual waktu dinner, kalau makan siang menu yg ditawarkan berupa beef set maksimal premium wagyu, dan gak sebanyak menu diner. Padahal pengen banget nyoba A5 nya huhu.
- dagingnya empuk, dan menu sofu tofu koreanya juga enak banget
- Halal Panga Yakiniku punya 2 cabang yaitu Okacimachi dan Asakusa
- cabang Okachimaci tidak menyediakan prayer space.
- untuk dinner disarankan untuk reservasi dulu karena suka banyak waiting list

Premium beef set

Wagyu beef set




Maps Halal Panga Tokyo Okachimaci https://maps.app.goo.gl/6xywfZhdYTE5kMK9A


5. Aladin Restaurant, Kawaguchiko
- restaurant dengan menu makanan India, seperti nasi briyani dan aneka curry (beef/chicken). Ada 2 cabang di area Kawaguchiko. Kami sempat mengunjungi Aladin resto yg kecil, tidak ada ruang shalat di sana. Ada jam buka utk lunch dan dinner juga.
- lupa foto makanannya πŸ˜…
Maps  https://maps.app.goo.gl/ziYJVx95K6n19e9A9
- Di area Kawaguchiko masih sulit nemu makanan yg halal dan muslim friendly. Untuk mensiasatinya, beli nasi putih di sevel, lalu bawa lauk sendiri hehe.


6. Tendon Itsuki, Ginza
- tempatnya ada dalam Mall di lt 2. Ada jam lunch + dinner juga jadi better cek google maps dulu kl mau kesana. Biasanya suka ada waiting list karena tempatny kecil, kykny cuma cukup 10-12 orang aja. 

tendon yg standar, isinya 2 shrimp, chicken, mushroom, and vegetables + egg.. makan ini aja kenyangg πŸ˜‚

Free cawan mushi





7. Ayam-Ya Ramen, Okacimachi
- dulu pernah makan Ayam-Ya cabang Kyoto dan sampe 2x berturut2 makan disitu. Ramennya best πŸ˜‚

Maps https://maps.app.goo.gl/UJQwr3dsD95HmkL67


8. HALAL japanese Origami Asakusa
Menu nya sushi dan mereka punya menu mirip2 gyukatsu.. duh kemaren gak sempet ngicipp 😭

Maps https://maps.app.goo.gl/YPCFwusp62i7KAcYA

Daan masih banyak lagi..
Nih kalau gak mau ribet, berikut saya share rangkuman titik maps halal food Tokyo yang sudah saya tandai, kurang lebih ada 20an resto  https://maps.app.goo.gl/JZMABTom1Lbe763K9

Sabtu, 14 Desember 2019

Berburu daun (spot) musim gugur di Tokyo, Jepang


Dipenghujung november 2019 ini, berkesempatan lagi berkunjung ke jepang. Biasanya puncak musim gugur/ autumn foliage di wilayah kanto (tokyo) berkisar akhir november - awal desember. Di saporo pada bulan2 tsb bahkan sudah mulai turun salju, wilayah utara jepang yg lebih dingin mengalami musim gugur n turun salju lebih awal drpd wilayah selatan jepang yg cenderung lebih berhawa hangat.

Tak kalah dari musim semi dgn sakuranya, warna daun mapel yang berwarna merah (momiji/koyo) dan daun ginkgo yg berwarna kuning menjadi daya tarik tersendiri. Dan mnjadi tanda musim gugur sudah mencapai puncakny lalu musim dingin akan segera datang.

Kalau berencana datang ke jepang utk puncak musim gugur boleh pantau web japan-guide.com, meskipun perkiraan nya gak tepat2 banget, biasanya gak bakal jauh melenceng karena waktu tepatnya semua tergantung iklim. Ada live report juga di tiap2 kota udah masuk peak season, baru akan masuk atau sudah lewat, lengkap banget di web ini reportnya. Biar cepet ini shortcut ke Link Autumn report dan link Cherry blossom ya


Tahun 2019 ini, puncak musim gugur di kota Tokyo bergeser jadi awal desember dari perkiraan tahun lalu  yaitu akhir november, katanya si pengaruh angin dan iklim yg lebih hangat di tahun ini (ada typhoon hagibis jg yg lewat)

Dan inilah beberapa tempat yg sempat saya kunjungi untuk hunting daun2 musim gugur

1. Maple Corridor, Kawaguchiko
Di kawaguchiko sendiri selain maple corridor  sebenarnya banyak spot untuk melihat momiji (daun maple merah) asalkan timingnya pas. Biasanya di pertengahan-akhir november daerah kawaguchiko udah masuk puncak autumn. Kl cuaca cerah bakal lebih cantik lagi, krn bisa lihat momiji dengan latar belakang Fujisan. Kedatangan saya kemarin, blas gak keliatan gunungnya sama sekali πŸ˜‚

Maple corridor, th 2016 lalu kesini di pertengahan oktober daunnya masih ijoo. Kl akhir november biasanya udah merah 😍 foto tgl 26 nov 2019 

Area deket2 maple corridor, kawaguchiko





Momiiji - japanese maple leaf



maple corridor




2. Showa Kinen Park, Tokyo
Sebuah taman yang luas sekitar 40mnt dari kota Tokyo, taman ini punya deretan pohon Ginkgo yang daunnya kuning cantik di puncak musim gugur. Pas kesana sebagian udh mulai rontok krn hujan di hari2 sebelumnya. Kebunnya luas banget kl gak hanya mau liat ginkgo nya aja, bisa juga ngiterin pakai sepeda. Rentalnya ada di pintu masuk dari arah Tachikawa station.




Yellow carpet made by ginkgo




3. University of Tokyo
Disini jg ada spot pohon Ginkgo cantik 😍 lokasinya ada di dekat Yasuda Auditorium












4. Ginkgo Avenue, Meiji Jingu Gaien
Juga deretan pohon Ginkgo di sepanjang kanan kiri jalan. Sayangnya pas kesana, daun di pohon gak gitu lebat pdhl warnanya belum kuning2 banget, bukan karena udah pada rontok. Tapi krn daunnya pada lepas kena terpaan typhoon Hagibis.πŸ˜…







Krn kemarin cuma 5 hari jadi cuma fokus muter2 di area Tokyo aja. Itupum tetep aja masih ada yg belum terjamah. Duh jepang emang gak pernah gagal memanjakan mata ini, dan akan selalu bikin pengen balik lagii 😍

Ohiyaa 1 lagi bonus, memasuki musim dingin dan natal+tahun baru biasanya di tokyo juga rame banget Winter Illumination.. karena begitu sedikitnya waktuku di sana dari beberapa list winter illumination yg pengen diliat akhirnya cuma 1 yang keturutan πŸ˜… namanya Blue Cave Shibuya.


Mulai terlihat inisal led biru di sepanjang jalan menuju Shibuya Blue Cave




Tiap tahun biasanya ada tapi tanggalnya beda2, tahun ini Blue Cave Shibuya atau Ao No Dokutsu digelar mulai tgl 29 november sampai 31 desember 2019, dari jam 17-22.00. pohon2 Zelkova yg mulai meranggas di lilit ribuan led berwarna biruu. Map nya di sini

Minggu, 08 Desember 2019

Sehari di Berlin ( berkunjung ke Reichstag Building)

Bersambung dari postingan Prague sebelumhya..

Saat melewati perbatasan Jerman - Czech dengan kereta, sekitar Dresden, ada random check dari kepolisian sambil bawa anjing pelacak, beberapa penumpang diminta identitas dan paspor, termasuk kita si kaum minoritas (krn pake hijab mungkin), rada2 ngeri tapi kan kita gak bawa 'barang terlarang' juga jadi ya santai lah πŸ˜….

Sampai di Berlin karena cuma semalem, koper kami titip di loker stasiun jadi cuma bawa tas kecil aja karena besoknya kami ke Paris pakai pesawat. 
Malam itu kami nginep Club Lodge Berlin Mitte, hotel low budget yg unik karena terletak di community park dan berupa kompartemen kotak kecil terpisah yang isinya bunkbed. Toilet diletakan di kompartemen terpisah. Sedikit review penginapan, positifnya murah dan konsepnya unik, gak enakny toiletnya beda bangunan, bayangin dh kl malem2 hujan deres atau salju terus kebelet pipis, apa gak males duluan keluar kamar.wkwk terus ternyata kamar2 nya ini kurang kedap suara, tetangga sebelah berisik banget main-main dan cekakak cekikik suaranya agak terdengar jadi mengganggu ketenangan.

Setelah berhari-hari dingin, hujan dan mendung, esok harinya Berlin cerah! langit biru dan sinar matahari aku rinduuu. yah meskipun dinginnya tetep menusuk. 1 hari di berlin kami akan mengunjungi Reicstag Building atau gedung parlemen. Untuk masuk kesana perlu reservasi online terlebih dahulu. Tentukan tanggal dan jam kunjungannya, lalu print dan bawa pas hari H. Hari itu cukup banyak yang antri, ada beberapa rombongan anak sekolah juga, 1 jam sebelum masuk kami coba ikut antrian, ternyata masih belum bisa masuk, kami disuru tunggu lagi sampai maksimal 15 menit jam kunjungan yang tertera di appointment. Akhirnya kita main-main dan foto dulu deh di lapangan depan bangunan. lagi asyik foto disamperin ama beberapa orang yang minta donasi, ngakunya si untuk komunitas difabel. Tapi yang beginian kebanyakan gak bisa dipercaya, kemungkinan scamming, tapi daripada mereka minta2 terus kita kasih dh beberapa recehan euro, udah dikasih. eh temen yg lain pada nyamperin juga minta lagi, sory kami tolak.

Reichstag parlement building


Tiba saatnya kita masuk, antri lagi, dan ternyata security check nya cukup ketat lo, pake metal detector dan xray jg kayak masuk bandara, dan di tas saya lupa kalau bawa pisau pocket lipat mini krisbow, disuruh keluarin dan dititipkan dulu gak boleh ikut masuk ke dalam. Kelar security check, kami disatukan dalam 1 rombongan dengan 1 guide leader berbahasa inggris. kami serombongan dengan orang US, polandia, rumania. durasi nya sekitar 90 menit, kita diajak keliling gedung, ditunjukin bekas-bekas penembakan perang dunia kedua, naik ke ruangan tempat dimana pertemuan politik diadakan, disini juga rombongan bebas bertanya pada guide tour, yang nyambung sih warga US karena sistem pemerintahanya mirip, yaitu politik parlemen jadi mereka banyak tanya. kalau saya rada2 gak nyambung haha, jadi iya iya aja pas di jelasin. terakhir kita bebas mengunjungi Reicstag dome, atau rooftopnya reicstag building jadi bisa lihat pemandangan kota berlin 360 derajat. Masuk ke sini gratis yaah, registrasi online bisa ke web resminya REICHSTAG BUILIDING



Ruang rapat yg bisa di intip oleh publik dari atas dome

Inside dome

Reichstag dome yg sangat artistik





Kelar kunjungan "kenegaraan" kami jalan-jalan di Tiergarden disamping gedung, di akhir oktober ini daun-daun mulai menguning. lalu lanjut ke sebelahnya ada Monumen Memorial of Jews Murder.
jadi di area Reichstag ini udah bisa dapat beberapa icon utama Berlin yaitu Brandenburger Gate, Reichstag Building, Monument memorial, plus bonus Tiergarden (kl musim gugur lagi cantik2nya)

Brandenburger Gate dari arah Tiergarden



Labirin monument memorial of jews murder
Oiya di dalam labirin dinding Monumen memorial of jew murder ini juga banyak kelompok yg juga ngaku2 minta donasi untuk komunitas tertentu, ngagetin pula tiba2 muncul dari balik pilar2 tinggi πŸ˜‘ be ware ya guys!


Makan siang sambil search di gmaps, akhirnya kami putuskan untuk makan makanan indo di Mabuhay. udah kangen makan nasi ama es teh sebenernya hehe.

Sorenya ke Charlie CheckPoint dan belanja2 coklat di Rosemann (chain supermarket murah di Jerman). btw milka dan rittersport paling murah ada di jerman.

Malamnya kami ke Tegel Airport Berlin, menggunakan S-bus (masih tercover eurail pass) jadi kami gak bayar pas naik.




Minggu, 25 Agustus 2019

(Scam) Semalam di Prague

Perjalanan kereta dari Munich ke Prague ditempuh cukup lama yaitu sekitar 5 jam .
Sampai di st prague ( hlavni nadrazi) sekitar jam 8an malam, karena cuma semalam di praha kami menyimpan koper di loker stasiun saja, dan membawa baju seperlunya utk malam itu. 
Di prague, masih pakai mata uangnya sendiri yaitu koruna (CZK). Kalaupun mau pakai euro bisa juga tapi nanti dikasi kembaliannya koruna mirip kyk di swiss, tapi gak semua tempat nerima euro biasanya di daerah wisata saja.

Locker penitipan barang d stasiun ternyata wajib pakai koruna, karena males narik atm, jadilah kita tuker euro di money changer di dalem situ. Ternyata pas liat notanya, dia ngambil fee nya itu hampir 22% sendiri huhu berasa abis di rampok secara legal.  Rate nya si bagus, service chargenya gede. Ini mah sama aja. Belakangan tau kl d prague ini kudu hati2 cari exchange karena rawan scam, dan kursnya pada jelek2 banget, dan per 2019 czech punya aturan baru yaitu bisa minta uang kembali dalam waktu 3 jam kl gk cocok sama ratenya, which is tetep juga dilanggar sama money changer
22% service fee 😭

Untungnya kita gak banyak nukernya. Lokernya sendiri cukup murah, per 24 jam kena 100czk, 1 loker besar bisa muat 2 koper ukuran kabin jadi bisa lebih hemat beb.

Keluar dari pintu stasiun, kami langsung ikutin arah gps ke penginapan bnb kita, lokasinya gak jauh dari stasiun cuma 300mtr aja. Cuma ini kok drtd gpsnya malah muter-muterin gak jelas, hampir hopeless krn udah malem dan agak sepi, kita iseng tanya taksi  di stasiun kalau ke hotel ini kena berapa, dia langsung nunjukin semacam daftar tarif kl daerah itu masuk zona Old Town, jadi kisaran 400ribu rupiah lah itu. Ebuset 300meter doang masa 400k πŸ˜…. taksi dari stasiun gak berlaku argo, pokoknya ring Old Town mau jauh atau dekat ya segitu. Duh ogah deh, akhirnya andalin gps lagi sambil goyang2in hp biar sinyalnya stabil, dan ternyata lokasi hotelnya itu tinggal nyebrang! Sungguh teganya pak supir tadi, untung gak pasrah kena tipu πŸ˜…

Ok jadi ada 2 tips saat d prague:
1. Hati-hati memilih money changer
2. Hati-hati kalau naik taksi ! Karena mereka suka ngecas gak pake argo seenak jidat.

Coba tonton video HonestGuide ini dia banyak ngulik ttg scamming money exchange, atm dan taksi! Gue baru nemu pulang europe trip πŸ˜‚


Kami nginep di Cityspot hotel, dia semacam apartemen kecil, tapi kamar2nya di sewain utk nginep lengkap pula fasilitasnya, ada microwave, dan kitchen set. Dari luar keliatan bangunan tua dan lama tapi dalemnya udah disulap modern, nyaman dan pastinya murah!

Besoknya kami langsung checkout (kunjungan singkat di praha cuma 1 hari doang),krn sore kita akan menuju Berlin. Dan selama setengah hari itu kami keliling tipis2 lah di bagian Old Town Prague. Jadi prague tuh di pisahkan sungai dan dibagi jadi Old Town dan New Town. 

Agak susah cari public transport di area ini, jadi kita jalan kaki aja 

Pagi itu kita ke Astronomycal clock (liat depannya doang) yang udah penuh sama orang2 yg pada ngeliat dari depan, sepertinya nungguin jam ny gerak tiap 1 jam sekali.


Menyusuri jalan kecil penuh toko-toko unik di sepanjang jalan ke charles bridge, sambil nyicip kue  cinnamon bolong isi coklat namanya TRDLO


Sampe di charles bridge kita naik k towernya bayar 100czk per orang

Gloomy
View dari charles bridge tower

Prague gloomy bnget hari itu, mendung dan gerimis. Pas banget ada yg jual jagung rebus, sama kentang spiral goreng. Nikmat dimakan selagi anget, walaupun angetnya bentar doang karena kalah ama cuaca dingin πŸ˜….

Abis itu kita ke Dancing House building yg lumayan jauh 1km an, pulang nya kita balik ke charles bridge pake tram  (gak bayar, nakalπŸ˜‚)


Lalu balik ke stasiun sambil Menyusuri jalan2 yg penuh toko2 lucu lagi dan beli barang yg diincer tadi pas berangkat. Selama di yurop, prague ini paling unik2 souvenirnya, lucu2 mulai dari kartu pos dan magnet unik, music box aneka lagu dari musik klasik sampai harry potter, kartu pos yg bisa diputer di piringan hitam, mug vintage dngn lukisan prague sampai teh cannabis! Dan harganya cukup terjangkau, rasanya pengen beli semuanyaa, kecuali yg cannabis yak ntr gue di tangkep pas masuk indo πŸ˜‚.


Pas lewat dkt stasiun ada restoran india halal, mampir bentar dh untuk take away nasi briyani, cek harga menu dan bener ternyata eropa tengah lebih murah drpd eropa barat.


Setengah hari rasanya kurang cukup di praha. 



Piano di Hlavni Nadrazi st. yang bebas dipakai siapa aja