Tuesday, December 8, 2015

Santai di Gili Trawangan

Setelah tanah tertinggi di Lombok kami lanjutkan perjalanan ke titik nol di sebelah barat Lombok. Kami akan mengunjungi Gili Trawangan. Gili atau dalam bahasa Indonesia berarti pulau. Sebenarnya tak hanya Gili Trawangan yang dimiliki Lombok masih ada Gili Kondo, Gili Nanggu, Gili Air, Gili Meno dan lain lain, namun yang paling terkenal adalah 3 gili yang letaknya berdekatan yaitu Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan.


Untuk menuju Gili Trawangan dari Mataram kami harus bertolak ke pelabuhan Bangsal, sekitar 30 menitan pakai kendaraan. Kami memilih pakai taksi biar lebih efisien karena kami bertiga. Sampai di area dermaga ternyata kami harus turun di halte depan yang jaraknya masih sekitar 1 km jalan kaki ke dermaga. Mengapa demikian? Katanya sih biar adil bagi penumpang antara taksi dan cidomo (sebutan delman di Lombok). Nah terserah kalian lagi nanti mau ke dermaga nya lanjut jalan kaki atau naik cidomo. Kami bertiga memilih naik cidomo, selain bisa lebih hemat, cepat, membangun ekonomi penduduk juga gak capek (kayaknya alasan terakhir yang paling utama :p). Harga masih affordable kok 25 ribu dibagi 3 orang.
Di dermaga kami harus beli tiket dulu di loket. Ada 2 pilihan kapal, yaitu kapal biasa dan kapal cepat. Kami memilih kapal biasa saja karena nyebrang pun tak butuh waktu lama hanya 45 menit jika ombak normal. Kapal biasa berangkat tiap 1-2 jam sekali tergantung penumpangnya, kalau penuh kapal akan segera diberangkatkan.


Gili Trawangan yang disebut sebagai “Never Never Land”  dalam Lonely Planet ini benar-benar tempat yang tepat untuk santai dan malas-malasan. Suasana liburan sudah sangat terasa ketika menginjakkan kaki di pulau ini. Pasir putih, air laut yang tergradasi biru, alunan musik yang terdengar riuh rendah, susunan bean bag dari kafe-kafe yang tersebar di pinggiran pantai dan bule-bule yang berseliweran. Sepertinya wisatawan lokal kalah jumlah dengan wisatawan mancanegara, bagaikan turis asing di negri sendiri.
Sampai di Gili hal yang pertama kami lakukan adalah mencari penginapan. Tak perlu khawatir mencari penginapan di pulau ini, berbagai kelas penginapan ada. Mulai dari kelas backpacker samapai resort bintang lima lengkap !


Kebetulan kami sama sekali belum memesan penginapan di Gili Trawangan, karena kami datang saat weekday masih besar kemungkinan untuk dapat kamar on the spot.  Di pinggir pantai kami dapat tawaran penginapan dari guide yang kami temui di jalan. Hanya dengan tarif 75 ribu per orang per malam, dengan fasilitas kamar mandi dalam dan kipas angin, penginapan namanya. 10 menit berjalan kaki dari ‘dermaga’, dekat dengan Pasar Seni Malam dan sebelahan dengan mini mart, jadi cukup mudah di akses lah. Sampai di penginapan kami langsung ditawari paket Snorkling, 100ribu di 3 spot snorkle include makan siang (bebas pilih menu) dan alat snorkeling. Kami menghabiskan waktu 3 hari 2 malam di Gili Trawangan.
Hari pertama kami habiskan untuk snorkeling dari jam 11 – 16 sore. Lanjut sunsetan.. hunting kuliner.. bobo cantik.. Hari kedua kami lanjutin santai-santai di Gili sambil keliling sepedaan, hunting sunset, kulineran, begituu teruss sampai bosan dan mati gaya.. Hari ketiga paginya kami kembali pulang. FYI, kapal terakhir berangkat dari Gili Trawangan ke Bangsal paling pagi jam 7 dan terakhir jam 4 sore. Tidak ada kapal yang berangkat malam karena ombak yang cukup besar di malam hari


Kegiatan yang bisa dilakukan selama di Gili Trawangan :
1.       Dive
Di gili Trawangan cukup banyak club dive, kalau belum bisa dive bisa ambil short-course dan latihan dive dulu di kolam mini sebelum masuk ke laut
2.       Snorkeling
Gak bisa dive? Kita masih bisa snorkeling. Kalau malas snorkeling juga, bisa naik perahu yang di bagian bawahnya ada lapisan kaca “glass bottom” jadi bisa lihat ikan dan karang dari dasar perahu. Tarif paket snorkeling yang ditawarkan rata-rata sama, yang membedakan nanti adalah fasilitasnya. Termurah kami dapat harga 100ribu sudah bisa snorkeling di tiga spot termasuk sewa alat snorkel dan makan siang di Gili Air. Kalau menurut saya sewaktu snorkeling, terumbu karang disini tak secantik di Karimun Jawa, sudah banyak yang rusak dan ikan-ikannya juga tak begitu ramai. Atau kita yang kurang go deep juga kali yaa jadi pemandagan bawah lautnya gak dapat yang spektakuler
3.       Sewa buku
Kalau lagi malas berenang tapi gak bisa sunbath ala bule-bule karena kulit sudah terlampau eksotik. Nah bisa juga duduk-duduk santai sambil sewa buku yang ada di perpustakaan mini
4.       Bersepeda keliling gili
Ini kegiatan yang wajib dilakukan kalau ke Gili Trawangan. Keliling pulau pakai sepeda, cukup sewa sehari 35 ribu-50ribu sepuasnya bisa dipake keliling dari sunrise sampai sunrise lagi (kalau gak butuh tidur sih). Recommend pas menjelang sore sambil berburu sunset, karena sebelah barat pulau ini cukup jauh dari pusat keramaian pulau yang ada di sisi selatan. Hanya 7 km  saja muterin pulau ini, sambil keliling kita bisa merasakan perbedaan suasananya, sebelah selatan yang paling ramai karena memang ini tempat keluar masuk kapal menuju Lombok, kuliner, cafĂ© dan kios kios paling ramai di sisi ini ,semakin ke timur semakin sepi, lalu menuju sisi utara yang lebih tenang dan didominasi dengan bangunan resort dan hotel papan atas. Menuju sisi barat  ada fasilitas semacam tempat duduk untuk liat sunset, bagi yang mau foto-foto pakai ayunan yang hits itu ada juga disini. Sepanjang sisi barat ke selatan didominasi deretan restoran sampai di ujungnya ketemu pasar seni malam yang menyediakan sajian kaki lima
5.       Berburu sunrise dan sunset
Karena pulau ini kecil, kita bisa dengan mudahnya menikmati sunrise dan sunset di pantai. Kalau pagi tinggal geser ke sebelah timur maka kita akan melihat matahari terbit dengan bayangan gunung rinjani. Ketika senja tiba tinggal lari lagi ke sebelah barat maka kita akan bisa melihat matahari terbenam dengan siluet gunung agung disekitarnya. Suasana menjelang matahari terbenam biasanya ramai, orang-orang kebanyakan berkumpul di spot ombak sunset, alunan musik regae dan tabuhan gendang dari para beach boy akan menemani kita sampai gelap. Sungguh suasana yang membuat kita lupa sejenak kepenatan dunia nyata, menurut saya inilah realisasi dari kalimat “santai kayak di pantai, slow kayak di pulau”
6.       Kuliner Gili
Perihal makanan tak perlu khawatir. Berbagai macam aliran kuliner cukup lengkap di Gili Trawangan, mulai dari restoran berkelas sampai hidangan kaki lima yang menyajikan sajian Indonesia, asia sampai western food ada di sini. Jika bosan dengan makanan restoran, kita bisa memilih makan di kedai kaki lima di pusat pasar seni malam yang kebanyakan menawarkan hidangan laut yang disajikan ala bbq. Boleh juga menikmati gelato ala gili yang tersebar di mini both sepanjang jalan gili



Fakta Gili Trawangan
1.       Menurut cerita abang tukang jagun bakar keliling yang kita ajak ngobrol sambil makan dagangannya. Gili Trawangan ini dulu sekali merupakan pulau pengasingan orang-orang yang melakukan perbuatan buruk di Lombok agar kemudian menyadari kesalahannya dan bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri dan lebih baik lagi, dan terbukti gili trawangan kini semakin menggeliat, tingkat kriminalitasnya juga sangat minim karena tradisinya jika ada yang ketahuan mencuri maka akan diarak keliling pulau tanpa busana dan dideportasi dari gili tak boleh kembali lagi
2.       Tidak boleh ada kendaraan bermotor lalu lalang di Gili Trawangan. Kendaraan yang boleh digunakan hanya sepeda dan cidomo, jadi dapat dipastikan pulau ini bebas kebisingan kendaraan bermotor.
3.       Belanja
Layaknya di Legian Bali, jalan utama Gili Trawangan juga banyak berjejer toko mungil dan artistic yang menjual kebutuhan renang dan pernak pernik khas Lombok. Untuk kebutuhan cemilan, toiletries, dan lain-lain banyak mini mart di sini jadi tak usah khawatir
4.       Penginapan
Jangan bayangkan gili trawangan ini seperti pulau kecil yang masih sepi. Berbagai kelas penginapan ada di sini, mulai dari kelas backpacker dengan harga 100ribu per malam sampai resort dan hotel bintang 5 sekelas aston dan novotel ada.
5.       ATM. Mesin atm yang tersedia disini mulai dari BRI, Mandiri, BCA dan BNI ada. Paling dominan bank mandiri, tak ada bank yang beroperasi di sini.
6.       Fasilitas ibadah. Bagi yang muslim, mesjid di gili trawangan cukup besar, tiap akan sholat pasti ada pengingat murotal qur’an sebelum adzan. Mayoritas penduduknya beragama islam.

1 comment:

melody.s said...

foto-fotonya juga dong gan...