Tuesday, April 4, 2017

day 8 - Kyoto, Fushimi inari taisha - Imperial Palace - Kiyomizudera - Gion

Dari Kanazawa kami bertolak menuju Kyoto, kebetulan sampainya pas malam minggu, di kyoto station sudah ramai muda mudi hilir mudik. Berbeda dengan Tokyo yang serba sibuk dan modern, Kyoto lebih tenang dan santai, di kyoto juga lebih keliatan banyak turisnya (mungkin krn lbh kecil jadi lebih terlokalisasi). Kyoto kental banget sama budayanya, spot wisata utama di sini kebanyakan ya temple jadi gak salah kalau kyoto dapet predikat Yogya-nya Jepang, sama-sama kota budaya.

Kami menginap di K's House Backpacker yang letaknya tidak terlalu jauh dari Kyoto Station (600m). Hostelnya bersih dan recomend. Bagasi koper yang kami kirim melalui TaQBin Tokyo sudah nongkrong cantik di resepsionis. Yap, sebelumnya kami mengunjungi Alpine route dan shirakawago, jadi biar gak ribet bawa barang kami putuskan untuk memakai jasa kirim barang (1400an ¥ utk koper ukuran 24-28"
Dari rooftop hostel

Kyoto tak sekompleks Tokyo, jalur transportnya gak terlalu ribet. Malah beberapa spot wisata "wajib" bisa dijangkau dengan sepeda. Kami hanya memilih pakai Kyoto Bus Pass, selain murah (500¥), bus juga banyak menjangkau daerah wisata. Dan kebetulan hostel kami menjual bus pass ini termasuk route map bisnya.
Bus route map yg gak kalah bikin pening

Antrian panjang bus jurusan fushimi inari


Rute hari pertama di Kyoto adalah Fushimi Inari Taisha - Kyoto Imperial palace - Kiyomizudera Temple - Gion

1. Fushimi inari taisha (shrine)
Minggu pagi kami mulai perjalanan dari Fushimi inari taisha. Semua bis menuju spot wisata rata-rata mulai dari Kyoto station. Jadi gak heran kl pagi itu antrian di bus stop sudah mengular panjaannngg, baris rapi satu-satu. Cukup rumit memahami nomer dan jalur bis menuju tmpat yg kita inginkan.

Bus turun diperhentian inari taisha mae. Sebelum masuk area shrine, kita akan melewati jalur yang penuh dengan aneka kios yg menjual souvenir dan MAKANAN ala street food dari takoyaki, taiyaki, jus sampai seafood bakar. Udah kayak sunmor-nya jogja, bisa khilaf keluarin receh ini sih.
Aneka kios & street food dijalan menuju fushimi inari


Kimono everywhere!
Banyak penyewaan kimono sekitar tmpat wisata rata-rata 3000¥ keatas


Fushimi inari taisha adalah sebuah shrine dengan tempat berdoa. Tori gate nya panjang membentang sampai ke atas bukit, jadi bisa lihat pemandangan kyoto dari atas. Saya sendiri gak naik sampai atas. Shrine ini buka 24jam dan tanpa bayar tiket masuk. Fushimi inari selalu ramai apalagi pas wiken, perjuangan bgt bisa foto pas jalannya sepi



Abaikan yang lagi foto di belakang 😅

2. Kyoto Imperial Palace
Kyoto imperial palace adalah salah satu istana kekaisaran Jepang yang masih aktif digunakan sampai saat ini. Meskipun kegiatan pemerintahan sudah sepenuhnya pindah ke Tokyo, istana Kyoto masih digunakan utk menjamu tamu. Setiap tgl 22 oktober tiap tahunnya ada acara arak-arakan kerajaan, tapi sayang hari itu kami masih di shirakawago. Dan karena ada acara tsb, keesokan harinya (tgl 23) pas saat kami kesana, istana ditutup untuk umum. Sayang bangett, gak sedikit pula bule2 yang merujuk minta masuk, tapi tetep di tolak ama penjaganya. Jadilah kami cuma muter-muter aja di halaman yang luas banget itu.




Halaman sekitar kyoto imperial palace



Ohya di taman bisa pakai utk solat juga, meski rumputnya rapi dan bersih jgn lupa pakai alas ya, soalnya banyak anjing, salah-salah dia pup di taman 😅

3. Kiyomizudera
Sore hari kami menuju Kiyomizudera. Kuil ini buka hanya sampai jam 5 sore, dengan tiket masuk kurleb 400an yen. Dari kuil ini kita bisa lihat pemandangan kyoto dari atas dan juga momiji yang sangat bagus kalau udah masuk puncak musim gugur. Hampir mirip fushimi inari, gang/jalan menuju kiyomizudera juga diramaikan toko-toko souvenir dan oleh-oleh. Ada dua gang yg ketemu di satu titik namanya Sannenzaka dan Ninenzaka
Kyoto city view dan daun momiji yang belum merah

Banyak yg pakai kimono kl di kyoto

Sanenzaka


4. Gion
Tadinya sih mau hunting Geisha di Gion. Tapi udah kemalaman jadi gak ketemu. Kabarnya si Geisha muncul sore menjelang gelap. Sepanjang jalan utama di Gion dipenuhi aneka toko souvenir (semacam malioboro). Kami mencoba peruntungan nyari Geisha di lorong pinggiran sungai (saya lupa namanya), yg konon isinya restoran high budget dengan Geisha di dalamnya. Tapi gak ketemu juga, malah ketemu rombongan yg kelihatannya 'orang penting' mau masuk k salah satu restoran disini.




No comments: