Selasa, 13 Desember 2016

day 3 - Kawaguchiko Lake

Hari ketiga di Jepang, rencana awal kami adalah mengunjungi kawaguchiko lake dan Fuji Q highland. Dan mulai menggunakan JR Tokyo Wide Pass.

Untuk menuju kawaguchiko bisa pakai kereta atau highland bus. Tapi karena kami punya wide pass dari Shinjuku station kami menggunakan limited train menuju Otsuki dan ganti kereta fujikyu ke kawaguchiko.

Sampainya di stasiun Otsuki di loket pembelian tiket kereta tertulis bahwa FujiQ highland sedang dalam regular holiday. Satu kesalahan saya tidak re-check lagi web resminya, karena memang ada regular holiday tiap bulan. Sedikit kecewa karena hari itu batal ke Fujkyu higland (yang memaksa kami mengorbankan itin lain untuk ke Fujikyu di hari ke4).

Fyi, Kereta Fujikyu railway, dibagi jadi 2 jenis yaitu biasa dan ekspress. Bedanya, kl train biasa lebih banyak berhenti d stasiun kecil & kereta yg digunakan adalah KRL biasa. Sedangkan ekspress, lebih cepat 30 mnit karena hnya berhenti di 3 stasiun (mt Fuji, fujikyu highland dan Kawaguchiko), kereta yg dipakai juga unik dan memang khusus di design untuk wisata. Jadi jangan lupa cek timetable keretanya di hyperdia.com

Fujikyu ekspress with cute costume version

Inside the train

Sepanjang jalan gunung fuji akan tampak jelas di kursi sebelah kiri. Dan kalau pakai fujikyu express akan ada momen kereta akan jalan sangat lambat di titik best-view melihat gunung fuji tapi jangan khawatir kelewat karena pasti diumumkan lewat speaker, beruntung hari itu cerah sehingga kami bisa lihat gunung fuji dgn jelas.

Belum ada saljunya

Perhentian akhir Fujikyu Train adalah kawaguchiko station. Dari stasiun ini ada sightseeing bus untuk keliling Kawaguchiko. Tiketnya bisa dibeli di ticket office, untuk 2 day pass sendiri ada 2 jenis yaitu red-green line buss (1200¥) dan red-green-blue line (1500¥). Bedanya kl red-green line jalurnya lebih pendek dan hanya bisa keliling rute 2 danau (kawaguchiko & seiko), sedangkan red-green-blue rutenya lbh panjang dan keliling ke 3 danau. Jadi kalau niat nginep di penginapan area kawaguchiko tiket terusan ini sangat worth.
Sekiranya gak jalan jauh dan udah tau tujuannya kemana, bisa juga bayar diatas sesuai fare jauh dekatnya (biasany kelipatan 150 per stop).

Bus tidak akan berhenti sembarangan, ada baiknya untuk selalu megang guide map jadi bisa ngira-ngira waktu berhenti, supir bus selalu menginfokan next stop dan kita harus mencet tombol kalau mau turun di next stop tsb.

Inside the bus



Karena batal ke fujikyu highland kami memutuskan untuk seharian di kawaguchiko dan membeli 2day bus pass red-green-blue line biar lebih puas. Urutan rute kami red line, green line dan blue line.


route bus map & Cek web nya sightseeing bus kawaguchiko
Dalam route map sudah ada point tempat wisata yang dilewati, lengkap dengan timeschedule bisnya.

Di red line kami berhenti di spot kawaguchiko mt fuji view point, maple coridor dan kawaguchiko Natural Living.

Dari atas kawaguchiko-ohasi bridge.. Mt fuji mulai ketutup awan


Lalu menuju mapple corridor. Ekspektasi kami pas oktober udah merah kayak yang di gambar-gambar eh ternyata masih ijo & nothing special πŸ˜‚

Green momiji


Lalu kami cari bus stop lagi dan nunggu bus ke Kawaguchiko Natural Living. Letaknya diujung red line route dan sepertinya disini spot yang paling lama kita berhenti. Karena pemandangannya top dengan view kebun bunga di depan mt fuji dan kawaguchiko lake. Betah lama-lama. Disini juga ada restoran dan toko oleh-oleh yang besar

lavender yang berbunga di musim semi

Toko oleh-oleh di Natural Living

Aneka snack berbentuk Fujisan

Tanpa diduga iin & rini nemu kebun kochia di ujung jalan sana, saya yang lagi asik liat-liat souvenir jadi ikut kesana.. Dann benar sajaa... Kebun penuh kochia yang sedang bersemu merah. Cakepp. Saya pikir kebun penuh kochia cuma ada di hitachi seaside park tapi ternyata di sini juga ada. Dapet bonus background gunung Fuji pula.

Mt fuji as backdrop
Jalan menuju kochia garden

Kochia season 😍

Good boy !



Setelah puas lama-lama, kami nunggu red bus line lagi untuk kembali ke titik transfer bus green line.

Ternyata kawaguchiko ini luaass banget sodara-sodara, karena udah jam 3 sore kami hanya ikut di keliling dalem bus green line tanpa turun di spot wisatanya (ngiterin kawaguchiko lake dan saiko lake), takut gak keburu schedule bis terakhir (jm 5 sore) lalu tranfer ke bus blue line sampai Shojiko lake dan ngikut di dalem bus sampe perhentian terakhir di kawaguchiko statiom, itupun menghabiskan waktu 3 jam ! areanya luaas bgt, dan sepanjang rute pasti ada spot wisatanya jadi kl mau nyamperi  semua, waktu 2 hari juga gak bakal cukup. Mungkin kayak lembang gitu, udaranya sejuk, tiap jalur ada spot wisata dan banyak penginapan, bedanya transport umumnya udah teratur.

Map Fuji Five Lakes


Notes :

Jangan sampai bus pass ilang di tengah perjalanan, karena kl gk bisa nunjukin bisa kena route fare yang makin jauh jaraknya makin mahal. Ini kejadian sama cece yg ngilangin kartu passnya di rute terakhitr. beruntung sang supir sangat baik hati mau memaafkan kesalahan cece tanpa bayar extra lagi.


Kamis, 08 Desember 2016

Persiapan ke Jepang

Persiapan sebelum ke Jepang

1. Survey transportasi apa yang akan digunakan
Jepang terkenal dengan sistem transportasi yang kompleks, mahal tapi teratur dan tepat waktu.
Survey ragam transport fare di hyperdia.com dan mix dengan googlemaps atau navitime

2. Web-web yang sangat berguna untuk mendalami jepang. www.japan-guide.com disana udah ada link official segala macem, mulai dari official web kota-kota (tokyo, osaka, kyoto) , official web berbagai macam transportasi dan tiket tiket terusan sampai forecast dan report hanami (cherry blossom), koyo (autumn folliage) di spot-spot terbaik di jepang . Komplit.

3. Merencanakan waktu libur dan ke tempat mana saja yang akan dikunjungi. Karena ini sangat berhubungan dengan transport dan budget plan


Pre Keberangkatan
1. Visa
Pengguna epasspor sekarang sudah bebas visa jepang (walaupun tetap harus registrasi dulu di kedutaan). Kelebihannya pake epasspor gak sebanyak syarat pengguna paspor biasa dan lebih murah.
Yang passpornya biasa? Syaratnya lumayan banyak sih tapi yakin bisa tembus. Bisa cek di web resmi kedutaan Jepang
Jangan lupaa sesuaikan alamat paspor(ktp) dengan area coverage kedutaan, karena gak semua visa jepang urus di jakarta

2. Packing (pilih baju sesuai musim). Intiny biar gak salah kostum dan menuh-menuhin tas/koper. Bisa cek accuweather untuk update suhu


3. Adaptor listrik atau colokan. Di jepang voltase nya 100-110 v dengan jenis colokan 2 bar pipih. Kalau tinggal di hostel rata-rata nyediain/nyewain colokan ini, banyak juga di jual d minimart. Tapi bagi yg ga mau ribet disono lebih baik bawa dari indo

4. Persiapkan simcard atau sewa wifi.
Untuk kepentingan mobile network, demi kelancaran cari jalan dan transport, sekarang banyak simcard yang menawarkan harga affordable, beberapa provider jepang yang terhitung murah seperti bmobile dan docomo. Sedangkan provider indonesia yang paling murah adalah XL dengan fitur xl pass nya. Tinggal di bandingin aja kebutuhan kuota dan lama stay di jepang dengan harga yang di tawarkan. Saya sendiri selama 14 hari pakai xl pass+daftar paket combo extra (kurang dari 400ribu udah bisa pakai di jepang & negara transit).
Yang mau sewa wifi juga bisa terus di route pakai rame-rame. Tapi kalau untuk pakai sendiri hitungannya termasuk mahal.

5. Yen
Pastikan untuk sangu uang cash dalam bentuk yen secukupnya. Opsi lain ambil di atm biasanya kena tarif 15-25ribu rupiah dngan minimal transaksi pengambilan 10ribu yen atau bawa dollar dan exchange di sana. Tapi ribet yak kl bawa dollar bolak balik ngitung kursnya.
Mata uang lembaran 1000, 5000 dan 10000. Dan koin 1, 5, 10, 50 dan 100. Uang koin lebih sering di pakai untuk transaksi kecil (spti beli makan, vending machine, beli tiket bus). Koin 500 yen udah setara hampir 60ribu rupiah jadi hati-hati kontrol recehnya, Suka gak kerasa tau-tau udh abis banyak.

6. Oh ya ada 2 benda gak penting tapi kepake. Travel wallet untuk naroh ic card dan segala macam tiket lain yg sering di pakai, jadi gak kececer dan ilang (rugi soalny). Daan TEMPAT KOIN !  ini dua benda remeh tapi ternyata berguna. Tempat Koin kepake banget buat orang yg baru pertama kali ke jepang dan belom hapal nilai recehan jepang. cukup membantu kalau pas bayar di kasir jadi milih koin nya gak pake lama atau kalau mau gak ribet ya bayar pake IC card (pasmo, suica, icoca, pitapa dll)


Kamis, 01 Desember 2016

day 1 - Harajuku, Tokyo Tower, Shibuya Crossing



Setelah 9 bulan lamanya menanti tiba juga yang ditunggu. Trip dimulai tanggal 15 oktober - 29 oktober 2016 untuk explore sebagian jepang dengan rute Tokyo - Alpine Route - Shirakawago - Kyoto - Osaka. Lengkapnya bisa klik di postingan itinerary dan transport


Cerita kali ini (utk ke kesekian kaliny) saya ngetrip bersama rekan yg dipertemukan twiter n bpi dulu yaitu iin, wira dan ardi. Ditambah 2 orang teman baru lagi dari bpi yaitu rini (jkt) dan cece enji (mks). Singkat cerita kami semua akhirnya bertemu di soeta tgl 15 okt tengah malam (karena semua beda domisil)

Delay keberangkatan hampir 3 jam oleh maskapai milik negara ini jadi penyebab mundurnya itinerary plan😧. Setelah mengudara 7 jam kami sampai di Haneda pukul 11 siang, mundur 2 jam 30 menit dari jadwal seharusnya. 


Ada sedikit cerita ngelewatin imigrasi. 2 temen saya mengalami sedikit 'kesulitan' lolos, yang pertama si Wira, kesulitan bermula saat dia agak berani pakai bahasa jepang. pas di tanya balik sama petugasnya eh dia gak bisa jawab. dan di geretlah dia ke bagian security imigrasi, di interograsi sama petugas berangkat sama siapa, ngapain ke jepang dll. Sampai wira bareng petugasnya nyariin kita di pinggir conveyor belt bagasi dan mengkonfirmasi kalau Wira beneran teman kita baru di lepas (apa mungkin karena mukanya mendukung juga *muka kriminal* eeh)


Masalah kedua si Cece, dia terganjal masalah airbnb ! saya emang pernah baca di jepang katanya agak susah lolos imigrasi kalau pakai airbnb. Hmm, sebenarnya tidak juga. si Cece kemarin  masalahnya di tanyain full name nama owner imigrasi dan waktu itu kita cuma tulis First Name nya aja di form.. sebut aja si Kuma. Pas di cari di database penduduk Jepang, munculah beribu-ribu nama Kuma. dan waktu itu cece belom terkonek ke internet jadi gak bisa buka airbnb. Beruntung ada petugas imigrasi lain yang membantu Cece lolos periksa imigrasi. Jadi kesimpulannya biar aman selain catat alamatnya, pastikan Full name owner juga tercatat. Rest 3 of us semua lancarr tanpa hambatan


Setelah lolos pemeriksaan, kami menuju lobi Kedatangan. di depan pintu sudah disambut majalah dan brosur-brosur cantik tentang Jepang, langsung kalap saya ambilin yang berujung berat-beratin tas ajah. Lalu mulai cari tempat beli pass yang kita butuhkan. 

Seperti Tokyo Subway pass 48 h + keikyu line dan pasmo di Keikyu Office Ticket lalu JR Tokyo Wide Pass dan Kurobe Option Ticket untuk ke Alpine Route di JR Central Office, di sini juga banyak banget brosur-brosur perjalanan yang colorful minta dibawa semua. Oh iya kalau beli tiket terusan di bandara, pastikan tanggal perjalanan kalian sudah fix, karena tidak bisa di ganti. Kecuali subway pass tanggal mulainya bisa dipakai flexible.

@ JR Central service centre dan petugas yg ramah2
Kochia season !


Petualangan menaklukan transport jepang kami mulai dari Haneda. Ada banyak pilihan transport dari bandara ke pusat kota seperti Limousine Bus, Tokyo Monorail dan Keikyu Line (subway) tentunya dengan harga berbeda. Kami pilih Keikyu line karena paling murah. Dan sudah bisa mengcover sebagian jalan ke tujuan kami yaitu shinjuku station

Menunggu keikyu line

Karena hari sudah lewat tengah hari dan dekat dengan jam checkin airbnb, kami putuskan untuk drop barang dulu di apartemen yg lokasinya di Okubo (1 stop train dari shinjuku station). Bergeraklah kami beserta koper kami menuju Shinjuku station (station tersibuk dan terbesar seantero Jepang *katanya). Kami juga janji meet up sama Rini yang udah duluan nyampe malam sebelumnya di station ini. oh ya di Tokyo jangan lupa untuk berdiri di sebelah kiri saat menggunakan elevator di fasilitas umum seperti stasiun, karena bagian kanan hanya digunakan untuk jalur cepat jadi kalau buru-buru kita bisa pakai jalur kanan.
Di tokyo - rata kiri utk jalur santai


Kesan pertama di Shinjuku station ini rameee bangett, di dalemnya banyak shop, restoran dll. Semua orang hilir mudik dengan tempo jalan yang cepat. Kami semua yang baru pertama kali ke jepang terpana sekaligus kaget, apalagi pas masuk automatic gate, semua serba cepett. Kami diam sejenak sambil mengamati orang-orang gimana caranya lewatin auto gate (hha norak ye).

Hari-hari awal pakai auto gate masih kagok  karena kami combine tiket subway pass dan pasmo. Kl subway pass masuk slot tiket, kl ic card (pasmo/suica dll) tinggal di touch atau dideketin di sensor atas. Kadang masih 'bego' pas mau naik kereta, harusnya masuk-keluar auto gate pakai kartu yang sama (subway pass in out atau pasmo in out) malah masuk pakai subway pass eh pas di gate keluar malah pakai pasmo. Jelas aja pintunya gak mau buka dan menyebabkan macet antrian πŸ˜‚ namanya juga turis baru. Harap maklum. Tapi tenang hari kedua dan seterusnya udah lancaarr dan terbiasa. 


Di shinjuku station pula kesengsaraan kami bawa koper dimulai, jadi ceritanya kami belum tau kalau di tiap subway station pasti ada fasilitasi lift (untuk wheel chair, dan priority user) juga eskalator, minimal sampai auto gate keluar. Jadi kami geret lah itu koper kesana kemari sambil kebingungan, sukur-sukur kalo nemu eskalator, yang apes kalau nemu tangga naik terus jauh, jadilah kita ngangkat koper sampe tangan pegel dan untuk sesaat mikir menyesal bawa koper (pengen bawa carier ajah). Jadi pesen saya, kalau dari subway dan bawa barang banyak lebih baik cari eskalator atau lift dulu, biasanya kalau dari platform/peron pasti ada minimal eskalator untuk naik.

south exit shinjuku st.

suasana subway

Dari shinjuku station kami langsung menuju apartemen di daerah Okubo. Cukup 1 stop naik kereta sampailah kita JR shin-okubo station, lanjut jalan kaki berbekal panduan foto yang diberi host kj, jaraknya gak sampe 1km. Daerah shin-okubo terutama yang dekat stasiun ternyata daerah yg cukup ramai. Semacam korea town mini karena banyak toko yang jual cd-cd k-pop, resto korea sampai gerai kosmetik korea. Selain itu sekitar lokasi apartemen bertebaran minimart dari lawson, sevel, familymart, matsumoto kiyoshi sampai 100 yen shop. Ada juga turkish resto (yang belum sempet cicip) dan bento termurah seantero jepang 290 yen. Link apartemen kami via airbnb, budget murce, lokasi oke apartemen shin okubo

Sebrang exit shin okubo
Area shin-okubo


Setelah beres-beres kami rearrange itin. Malam ini kami akan mengunjungi Harajuku (Takeshita Dori), Tokyo Tower dan terakhir Shibuya Crossing. Semua pakai subway dengan mix JR sekali. Peta subway yang kita ambil pas beli subway berguna banget. Apartemen kami ternyata deket juga sama station subway Higashi-Shinjuku. Jadi ke harajuku kami putuskan untuk pakai subway

Peta subway

Fyi, perbedaan stasiun JR dan Subway (Tokyo Metro & Toei Subway), Stasiun dengan label JR adalah railway yang dioperasikan JR untuk kereta non-subway, kereta cepat (limited express) dan shinkansen sedangkan Stasiun subway (logo metro atau toei) hanya mengoperasikan kereta subway saja, jadi inget ya ini 2 hal berbeda. Mereka menawarkan pass sendiri-sendiri jadi gak mungkin pass JR (JR Pass, dkk) bisa di pakai di Subway atau sebaliknya, kecuali naik train pakai IC card (pasmo/suica). 


Takeshita Dori, Harajuku

adalah satu jalan yang penuh dengan shop mulai dari yg serba 100 yen macam Daiso, toko kelontong sampai butik-butik mahal. Aneka tempat makan dan cemilan cantik macam crepes, golden chicken, cotton candy dan lain-lain. Awas kalaap !

Harajuku terkenal dgn street fashion nya, tapi menurut saya walaupun ga di sini juga semua rata-rata kece fashionnya, cuma disini lebih berani nyentrik. Couple-couple banyak yang pake baju samaan, sepatu sampe tas sminimal ada salah satu yg sewarna. Mau couple muda sampe yg udah bapak2 ibu2 semua gahul. Dari yang normal sampe yg aneh ada (saya pernah liat ada yg pasang jepit rambut diclip nyilang di poni yg menjuntai.. Asli anehh tapi dia pede aja tuh πŸ˜‚)

takeshita dori


 


Tokyo Tower
Tidak banyak yang saya tulis karena pas sampe sana cuma foto-foto di bawah aja, gak masuk dan gak naik juga.




Dari Tokyo Tower kami menuju Shibuya Crossing !

Oh iya ke Shibuya gak sah kalau belum ketemu Hachiko dalam wujud batu alias patung. Yang letak nya persis di sebelah stasiun Shibuya dan deket sama Shibuya crossing. Pas keluar stasiun kami agak bingung harus ke arah mana untuk cari patung Hachiko, lalu di tunjukin sama bapak-bapak Jepang yang kok baikk banget sampe di anterin ke TKP, ehh trrnyata pas sampe TKP dia minta duit recehan untuk makan, dia mohon-mohon sampe jongkok-jongkok. Kami bingung saling berpandangan, bapak ini semacam pengemis tapi bajunya rapih. Ardi n iin keluarin receh yang nilainya gak banyak, eh dia bilang kurang trus minta lagi. Haha lucu ya. Ternyata di Jepang ada juga yang begini.


Berhubung ini minggu, Hachiko lagi di kerumunin orang banyak, fotonya antri.



Terus lanjut ikutan nyebrang kayak orang-orang di Shibuya Crossing. Cuma ngeliat orang pada nyebrang aja udah seru lo.


 


Beberapa kami nyoba jalan lagi kearah Shibuya 109 dan Uniqlo, tapi sayang nyampe sana udah pada tutup shopnya. Ternyata bener kalau kebanyakan toko tutup jam 20.30. Tips kl mo shoping d jepang lebih baik siang-sore karena kalo malam waktunya sedikit
Musisi jalan jualan albumnya di sekitar shibuya crossing


Puas di shibuya crosing kami pulang pake subway. Dan niat ke Lawson dekat rumah untuk beli tiket ke Museum Fujiko F Fujio (Doraemon). Disini pun sempet kebingungan karena mesinnya gak Full English. Minta tolong kasir, doi gak bisa. Gak tau dia gak bisa, atau emang dia lagi sibuk padahal yang antri juga gak ada. Yang jelas di tanyain pake bahasa inggris dy gak bisa jawab πŸ˜‚. Akhirnya minta tolong sama orang jepang yang lagi ambil atm di situ. Tiket masuk museum fujiko seharga 1000 yen utk dewasa dan kita pilih sendiri tgl dan jam masuknya (pilihan jamnya 10/12/14/16). Dari mesin merah bertuliskan Loppi ini akan keluar struk pembelian tiket yang harus ditukarkan ke kasir dan diganti dengan tiket fisik yg asli

beli tiket museum fujiko f fujio di  loppi machine Lawson


Oh iya, info penting setiap stasiun punya banyak Exit atau pintu keluar (exit 1/2/3/4 dst), salah keluar pintu bisa makin jauh dari tujuan kita. Di setiap dinding peron pasti ada informasi tiap pintu keluar akan menuju kemana (biasa warna kuning) biasanya ditulis nama jalan atau landmark. jadi ada baiknya sebelum nyelonong keluar liat dulu infonya.

Karena ini terjadi pada kami yang sotoy keluar subway dari pintu exit langsung belok kiri (berdasarkan feeling arah pulang) tanpa liat googlemaps dulu. Tapi bukannya makin deket ke rumah, malah makin jauh beberapa ratus meter.


Continue to day 2 ....

Jumat, 18 November 2016

itinerary dan budget selama 14 hari di jepang

Pertanyaan paling banyak pas temen tau kita ke jepang adalah

"Jalan sendiri apa pakai paket tour?"

"Bagi itin doong"

"Abis budget berapa ke jepang?"


hm, kalau di tanya budget emang jawabannya relatif. Tergantung mau kemana, sejauh apa dan pakai transport apa. Bisa murah bisa juga mahal. Jepang banyak kok ngasih pilihan tiket terusan yang affordable bahkan nilai pakainya jadi lebih banyak dibanding harga belinya. Beberapa macam tiket terusan yang saya pakai saya tulis disini


Postingan kali ini saya akan share itineray dan budget yang saya habiskan selama 14 hari dengan rute Tokyo (Area yamanote & sekitar) - Kawaguchiko - Tokyo - Ibaraki (Hitachi Seaside Park) - Tokyo - Nagano - Tateyama Alpine Route - Kanazawa - Shirakawago - Kanazawa - Kyoto - Osaka

Rute yang dilalui selama 14 hari di jepang

Itinerary saya lampirkan Ekspektasi awal dengan Realita yang terjadi
Kiri ekspektasi. Kanan realita.
klik gambar untuk memperbesar


Bisa di lihat dari tabel di atas yang paling banyak perubahan adalah itin di Tokyo. Semua nya unpredictable baik karena delay yg membuat mundur semua rencana, cuaca hujan (ataupun kesiangan) sampai ke Fujikyu Highland yang ternyata sedang dalam regular holiday (tutup) karena kami lupa cek web nya padahal lokasi jauh banget yang berakibat harus mengorbankan beberapa itin lain. Jadinya di Tokyo masih kurang puas. huhu, di suruh balik lagi rupanya


Tips bikin itinerary :

sesuaikan tujuan dengan pass yang digunakan, misal hari pertama kedua pakai subway pass maka pergi ke tempat yang di lalui subway dulu

Dalam 1 hari lebih baik kunjungi tempat yang berdekatan lebih dulu, biar gak habis waktu dijalan. Memang sih semua kereta di jepang cepet dan tepat waktu tapi perhitungkan waktu nyasar, dan waktu tempuh, di sana waktu 1 jam gak berasa.

Pastikan bahwa tempat yang dikunjungi tidak tutup. Kebanyakan tempat wisata di Jepang sudah ada punya web jadi ada baiknya cek dulu di malam sebelum berangkat, apes kalau udah jauh-jauh sampai di tujuan malah gak buka


Estimasi budget


Kira-kira butuh berapa sih mau ke jepang? Menurut saya sih, kalau tujuan nya cuma sightseeing aja di seputar Tokyo dan gak masuk wahana (universal studio, fujikyu highland, disney) bisa jauuh lebih murah. Apalagi banyak tempat wisata yang free kl di kyoto seperti fushimi inari dan arashiyama bamboo. Bisa banget di bawah 10juta.


Tapii kalau pakai alasan "mumpung ke jepang" pasti maunya ke tempat yang jauh-jauh. Kalau udah jauh pasti transportnya juga lebih mahal. Pengeluaran transport saya selama 14 hari di jepang termasuk cukup lumayan ( tetep lebih murah dibanding paket tour) meskipun bukan gaya backpacker amat tapi juga jauh dari mewah, istilahnya flaschpacker (pembelaan)


Saya mayan banyak keluarin budget untuk ke tateyama kurbe alpine route dan shirakawago *kalau bukan dari hasutan temen-temen seperjalanan yang bilang mumpung ke jepang πŸ˜‚*  total kena 25ribu yen hampir 3jt rupiah. sebenarnya bisa lebih murah lagi asal dengan transport yang lain (bis atau kereta biasa).

Budget belum termasuk oleh2 & tiket flight
Detail penggunaan transport klik disini

Di bagian bawah tabel transport ada pengurangan biaya transport kalau gak ke alpine Route dan shirawakago, dengan 25ribu yen (kalau di kurs hampir 3jt) udah bisa explore Tokyo, Kyoto, Osaka.. lebih murah dibanding pakai JR pass. Masih affordable kan. Sisanya silahkan di oprek-oprek sendiri.

Budget ini belum termasuk tiket pesawat pulang pergi. Karena harga tiket sangat variatif mau yang full service atau low cost. Dari harga 3juta pulang pergi juga ada. Saya sendiri kemarin gak kebagian tiket promo alias belum tau triknya. Jadi berangkat pakai Garuda jkt-haneda pulang pakai air asia osaka-kl nyambung lagi pake MH ke jkt. Harganya? Gak usah di tanya ya.. soalnya promo-promo tiket yang kita tau setelah beli tiket berangkat bikin sakit hatik πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…


Tips dapet tiket murah adalah beli langsung tiket pulang pergi. ternyata harga tiket pp dari kota yang sama bisa jauh lebih murah di banding dari kota yang berbeda. Misal jkt-haneda pp atau jkt-osaka pp pakai maskapai full service termurah bisa di 4jutaan (rata2 promo 5jtan) sedangkan budget airline bisa di 3jutaan.


Akomodasi juga turut andil dalam besaran budget, tinggal di hostel atau sharing apartemen juga lebih murah dibanding tinggal di Hotel.


Akomodasi yang saya pakai selama di Jepang

Shinjuku (Daerah shin-okubo) 4 malam pakai airbnb

nagano 1 malam di worldpecker hostel via booking.com

kanazawa 1 malam di khaosan kanazawa hostel via traveloka

kyoto 3 malam di K's house backpacker hostel via traveloka

osaka (daerah matsuyamachi) 4 malam pakai airbnb


Kalau urusan makan itu urusan perut masing-masing sih.. tapi emang makan besar di jepang itu mahal. semangkuk ramen pasti harganya lebih dari 600 yen, paling affordable makan di yoshinoya 350 yen udah bisa makan. Jadi mensiasatinya adalah beli onigiri atau bento set di minimart (Lawson, Family mart, seven eleven). Kami pun gak sempet makan kalau pagi-siang karena fokus di itin, jadi beli bekal terus makan di jalan, baru sempet makan berat pas malam hari. Bahasan kuliner akan saya bahas postingan sendiri.


Yang bikin boros dan pengeluaran ga terkontrol itu sebenarnya adalah jajan gak penting kayak snack dan eskrim2 cone yg unyu itu. gak sadar ngeluarin recehan 100, 500 yen. Padahal nilai recehan 500 yen kl d rupiahin hampir 60ribu. Efek kebiasaan megang receh d indonesia gak ada artinya, di jepang jadi ga terkontrol (ini berbahayaa). Belum lagi pernak-pernik lucu d daiso atau 3coins, dan toko-toko mainan/ capsul game yang minta d beli.


Selain budget selama di jepang. Siapin juga budget sebelum keberangkatan seperti biaya urus visa dan simcard/sewa wifi router.. saya sendiri karena domisili di luar jawa nitip urus visa d HIS travel surabaya dengan biaya 560ribu (termasuk ongkir)

untuk keperluan mobile network (atas saran temen) saya beli simcard xl dan mendaftar xl pass dengan budget 400ribu rupiah , masih ada sisa pulsa (dapet 4gb di 3G/4G dan 15gb di 4G), masih lebih murah dibanding sewa wifi dari indonesia. Kalau mau press budget lagi, bisa manfaatin fasilitas wifi free di jepang.










Kamis, 17 November 2016

Transportasi selama di Jepang (tanpa JR Pass)

Jepang memang terkenal dengan transportasinya yang teratur, kompleks dan juga mahal (but you've get what you've paid). Berbagai macam alat pembayaran dan pass (tiket terusan) di tawarkan untuk turis agar memudahkan. Yang terkenal sakti adalah JR PASS. Tapi seberapa sakti kah jr pass? Jawabannya tergantung πŸ˜…

Saya salah satu dari sekian ratus orang yang gak maniak sama JR PASS. Selain emang mahal, rasanya kurang challenging aja kalau cuma beli jr pass terus udah bisa kemana aja. So sebelum ke jepang saya survey dunia per-transport-an di sana dan segala jenis pass di situs japan-guide.com sambil ngubek ngubek fee rute di hyperdia.com dan google maps. Cukup bikin kepala pening sih. But thats the intersting pointπŸ‘

Setelah membuat rute dan tempat yg akan d kunjungi, lalu membuat tabel perbandingan budget transportasi antara with or without JR Pass. Ternyata kalkulasi saya masih tetep lebih mahal pakai JR Pass (dengan rute kami) dibanding tidak. Maka kami putuskan untuk TIDAK pakai JR PASS dan lahirlah rancangan budgeting transportasi sebagai berikut ....
Rute jalan selama 14 hari

Total perjalanan 14 hari di Jepang dengan Rute Tokyo (area Yamanote&sekitar) – Kawaguchiko – Tokyo – Ibaraki (hitachi seaside)– Tokyo - Nagano  – Tateyama Kurobe Alpine Route – Toyama – Kanazawa – Shirakawago – Kanazawa - Kyoto - Osaka. Itinerary & budget bisa ngintip di postingan ini


  Featuring tiket terusan :
  1. Tokyo Subway Pass 48 hour + Keiyu Line 
  2. JR Tokyo Wide Pass
  3. Pasmo (IC/deposit card)
  4. Tateyama Kurobe Option Ticket (melewati jalur Alpin Route)
  5. Takayama Hokuriku Pass
  6. Kyoto Bus Pass
  7. 2 day Osaka Amazing Pass

pass selama 14 hari di jepang


Tokyo Subway Pass

2 hari pertama di area Tokyo kami pakai Tokyo Subway Pass 48 hour (1200) + beli tiket one Keiyu Line (400) dari Haneda, total seharga 1600 yen. Subway pass ini berlaku 48 jam dari pertama kali di aktifkan (masuk tiket slot di auto gate)

Lengkapnya cek di sini

sangat worth untuk bepergian dengan kereta subway di area Tokyo dan banyak mengcover daerah wisata.
Waktu beli di Keikyu Tourist Information Haneda airport, kami juga di sanguin peta subway yang lengkap dengan point wisata. Sangat membantu !
Atas jalur subway & train area kanto yg konpleks
bawah guide map subway pass tokyo yg lebih simple


Pasmo
Kita beli bareng Tokyo Subway Pass di trmpat yang sama. Dan langsung isi Pasmo perdana 2000 yen (deposit 500 yen + yang bisa di pakai 1500 yen). Deposit ini bisa di refund (setelah di potong admin fee) kalau udah gak dipakai, mau disimpen juga boleh karena masa berlaku kartu 10 th dan bisa di pakai sama kita atau saudara kita kl ke Jepang (bisa di pindah tangan). Pasmo banyak banget fungsinya buat beli makan, transaksi di minimart, vending machine, beberapa tiket bis dan naik kereta JR/subway yang gak tercover pass yang kita beli, semua gak pake ribet tinggal tempel kartu di auto gate pas masuk stasiun (jadi gak perlu beli tiket manual), tempel di sensor ic card di minimart atau vending machine. Terus bisa di pakai di mana aja tokyo, kyoto, kanazawa, nagano sampai osaka. Lengkapanya cek sini

Di Tokyo saya recharge (isi ulang) 5000 yen lagi di mesin isi ulang. Bisa dilakukan mana saja selain pasmo (misal suica) tapi better di lihat dulu logo yang diterima mesinnya

Tips : 
hati-hati kl recharge pakai mesin, jangan salah pilih antara recharge dan purchase, salah-salah mau isi ulang malah keluar kartu baru. Kejadian ini saya alami saat isi ulang Pasmo di mesin ICOCA, seharusnya pilih recharge malah pilih purchase. Alhasil ICOCA baru yg keluar, yang akhirnya saya refund lagi karena udah punya Pasmo. Pasmo sendiri gak saya refund karena saya pakai sampai detik terakhir di Osaka airport dan sengaja saya abisin sisa 80 yen hihi


JR Tokyo WIDE PASS
Kita beli di JR EAST Office Haneda Airport, (selain Haneda bisa di tempat lain yg sudah ditentukan). cek di sini

JR TOKYO WIDE PASS seharga 10.000 yen dan sangat worth, karena kl di total pemakaian kami 2x harga belinya. Pertimbangan beli pass ini karena mengcover transport ke daerah wisata yang kami tuju yaitu kawaguchiko, fujikyu highland, hitachi seaside park (katsuta station) dan Sakudaira (stop shinkansen terakhir yg tercover sebelum Nagano, karena mau ke Alpine Route)


Rute yg tercover Tokyo Wide Pass


Yg di bawah cap stempel reserved seat naik limited express train & shinkansen

Tiket ini hanya berlaku 3 hari jadi kami mulai pakai waktu mau ke Kawaguchiko

Rute yang kami tempuh pakai wide pass :
1.       Shin okubo - shinjuku – kawaguchiko PP 4310x2 = 8620 ¥
2.       Shin okubo - shinjuku – fujikyu highland PP (ini unpredictable karena rencana awal setelah kawaguchiko mau mampir malah tutup, dan terpaksa kita kembali esoknya) 8620¥
 – Shin okubo - Tokyo – Katsuta (mau ke Hitachi Seaside Park) 3820 ¥, Katsuta – Tokyo 3820 ¥, Tokyo – Sakudaira 6140¥
Total harga normal 31.020¥
Save sekitar 20 ribuan yen!

Tujuan akhir kami adalah Nagano, tapi karena wide pass hanya cover sampai Sakudaira jadi kami lanjut pakai kereta biasa, sebenarnya bisa lanjut shinkansen dengan extra fee tapi lumayan harganya 2x lipat tiket kereta biasa. 

Untuk Sakudaira – Nagano (via Komoro) kami bayar cash


Tateyama Kurobe Option Ticket


Hari berikutnya di Nagano kami pakai option ticket ini. Option ticket sayangnya hanya di jual di waktu tertentu, biasanya akhir summer sampai penghujung autumn tahun ini dijual bulan agustus sampai november aja. info tentang Alpine Route sendiri bisa di lihat di sini

Tiket ini mengcover perjalanan Nagano – Tateyama Kurobe Alpin Route – Toyama begitu juga sebaliknya seharga 9000 yen. Hemat sekitar 1500¥ dari harga tiket printilan. Kami beli di JR east travel service haneda, dan ada beberapa point of sales selain haneda.

Tiket ini hanya berlaku one way selama 5 hari. Jadi kalau mau nginep di hotel area Tateyama atau camping di Raichozawa bisa banget di pakai.
tateyama option ticket

Note : JR Tokyo Wide Pass dan Tateyama Option Ticket harus tentukan tgl fix saat beli. Jadi pastikan dulu tgl mulai pakainya  sebelum membeli karena gak bisa d ubah lagi.


Takayama Hokuriku Pass
Takayama Hokuriku Pass harganya 13500 yen (info paling update harga naik jadi 14000 yen setelah oktober 2016). webnya di sini

Pertimbangan pakai ini adalah selain sesui rute sudah include tiket ke shirakawago.

Tiket ini gak dijual di jepang. Jadi hanya bisa di beli di luar Jepang. Kemarin temen kami beli di HIS Travel jakarta dan exchange tiketnya di Toyama station.

Setelah selesai pakai Tateyama Kurobe Option Ticket dari Alpine Route kami lanjutkan perjalanan menuju Kanazawa dari Toyama station dengan menggunakan pass ini

Area coverage

Budget assessment :
  1. Toyama – Kanazawa 3130¥ (Hokuriku Shinkansen)
  2. Kanazawa – Shin Takaoka 2830¥ (Shinkansen). Ke shin takaoka karena pas mau ke shirakawago via kanazawa jadwal bus paginya udah full seat dan siang banget baru ada lagi jadi better ke shin  takaoka yg ga perlu reserve seat
  3. Shin Takaoka – Shirakawago 1800¥ (Kaetsuno Bus) 
  4. Shirakawago – Kanazawa 1850¥ (Nouhi Bus)
  5.  Kanazawa – Kyoto 6700¥ (Thunderbird limited express)
  6.  Kyoto – Morinomiya (Osaka) 800¥ (Limited express train)
         Total harga normal 16.700 yen. Save sekitar 3000an
Takayama hokuriku pass yang nempel di booklet gak boleh sampe lepas. 

Menurut saya, pass ini agak kurang maksimal pakainya karena kami cuma pakai sebagian dari rute yang tercover walaupun sebenarnya udah balik modal juga sih dengan moda transport yang kita pakai.

Tips : biar maksimal pakai Takayama Hokuriku Pass dari Osaka (bandara KIX) berakhir di Nagoya atau sebaliknya. Misal kalau dari arah Tokyo pake bus willer ke Nagoya. Di Nagoya mulai pakai pass ini sampai ke shirakawago dan kyoto/osaka


Kyoto City Bus Pass
Selama di Kyoto 3 hari kita pakai Bus Pass per hari 500 yen. Pakai sepuasnya. Total 3 hari 1500 yen Kami beli di hostel tempat kami nginep (K's House Backpacker kyoto) dan ticket office bus di kyoto station, jangan lupa untuk minta Route Map bus nya biar gak tersesat

Di kyoto ada 2 jenis bus, flat fare (230yen) dan non flat fare. coba cek di web ini lengkap banget sampe ke mekanisme naik busnya
Kyoto city bus

Route bus map yg gak kalah bikin pusing 



Note : kelebihan pakai city bus kyoto ini adalah banyak menjangkau dan haltenya dekat dengan tempat wisata (fushimi inari, kiyomizudera, arashiyama). Kekurangannya jadwal gak sebanyak kereta jadi waktu tunggu lebih lama, plus harus mau agak pusing dikit baca jalur dan nentuin halte nya.

hari ketiga di Kyoto, sorenya kami berangkat ke Osaka

Sampai di Osaka karena udah malem kami hanya pakai pasmo. Kebetulan apartemen juga dekat dengan dotonburi jadi jalan kaki cukup hemats. Kami beli Osaka Amazing Pass di osaka tourist information di OPA building shinsaibashi

Hari ke dua di osaka masih pakai Pasmo untuk ke Universal Studio Japan

2 day Osaka Amazing Pass
Hari ke 3 & 4 kami pakai 2 day Osaka Amazing Pass seharga 3000 yen udah include transport (bus, subway, new train selain JR) dan tempat-tempat wisata di Osaka yang sudah di tunjuk.  Cek di sini
Jalur warna warni yang di cover . Angka kotak pink adalah wisata yg free. Kotak hijau ada discount fee

Yang menurut saya juga udah amat sangat balik modal bangettt

Day 1
1.       Osaka Castle seharga 500¥
2.       Umeda Sky Building 1000¥
3.       Tombori River Cruise 1000¥
      Transportasi subway n city bus (bus flat fare sekali jalan 210 yen)

Day 2
1.      Osaka Science Museum 400 (xtra fee Planetarium Hall 440 yen)
2.       Tempozan Ferris Wheel  800yen
3.       Santa Maria Cruise 1600 yen
4.       Osaka Perfectural Government Sakishima 800 yen
5.       Transport (subway + new tram)

Murahh ! kl ngitung tempat wisatanya aja bisa abis 6000an yen belum sama transportnya.
Jadi osaka amazing pass sangat recomended !

Hari terakhir di jepang kami isi pasmo lagi 2000 yen untuk transport dari apartemen di daerah Matsuyamachi ke KIX itupun masih sisa. Dan bisa pakai buat beli-beli cemilan di bandara.



KESIMPULAN
Selama 14 hari dengan rute perjalanan tsb kalau di total jumlahnya kisaran 48000 itu pun udah masuk tateyama kurobe alpin route dan shirakawago (yang bikin budget bengkak karena bisa abisin 20ribuan sendiri), tiket masuk tempat wisata di Osaka sama isi pasmo yang kepake juga untuk beli makan.