Senin, 23 Januari 2012

Trans Studiooo (Bandung)

Ke Bandung liburan kali ini nyobain Trans Studio, maklum di jogja gak ada yang beginian, mentok-mentok Kids Fun (sesuai namanya, tempat bermain yang dikonsentrasikan untuk anak-anak).
Berhubung waktunya sempit, 3 hari, jadilah kita ke bandung cuma nyambangin Trans Studio. ceritanya kali ini gak mau nyusahin temen yang di Bandung, jadilah kita browsing-browsing mulai dari peta bandung, rute angkot bandung sampe tempat penginapan yang murah meriah. 
Budget yang pas-pasan, awalnya bikin kita pengen ngepress di dana transportasi dan penginapan, transportasi berangkat ke bandung pengen coba naik Kereta Api Ekonomi yang hanya kisaran 24ribu rupiah saja, apalagi denger-denger sekarang naik kereta ekonomi pasti dapet tempat duduk.  Namun apa daya, ternyata jadwal keberangkatan kita pas banget sama liburan sekolah, kehabisan dah tiket ekonominya.

Ini rangkaian perjalanannya :

mulai dari TRANSPORTASI
berangkat : Yogya – Bandung pake Bis Budiman (85ribu)  turun di Stasiun Cicaheum.
Alternatif lain bisa pake kereta ekonomi 24ribu atau kereta Bisnis/Executive range harga 100ribu-200rb  (Jadwal dan tarif bisa di cek di situs Kereta api atau cek langsung di stasiun)


Pulang : Bandung – Yogya pake Kereta Lodaya Pagi (110ribu) naik dari stasiun Kiara Condong , Bandung turun di St. Tugu, Yogya
Tips :
usahakan pesan tiket beberapa hari sebelum keberangkatan, apalagi pas musim liburan. kemarin kita beli tiket kereta untuk pulang dari Bandung, di yogya
Hindari keberangkatan saat weekend, biasanya tarif kereta suka agak-agak naik pas wiken

AKOMODASI
Penginapan kita dapat yang murah banget. Di penginapan paksoma
Harga per kamarnya 70ribu rupiah untuk 2 orang, nambah orang @ 10ribu.
Fasilitas: King bed, kipas angin, tv, dan kamar mandi dalam.

Tempatnya cukup bersih dan tenang. bentuknya bukan kayak hotel sih, tapi lebih kayak kos-kosan yang dibikin penginapan. Letaknya cukup strategis, walaupun bukan di tengah kota, sekitar 5 menitan ke stasiun kiara condong, dan 15 menitan ke BSM/ Trans Studio (1x naik angkot). 

Disini bisa minta antar-jemput, sewa mobil + sewa motor juga bisa. Bapak n ibu yang punya rumah juga ramah n baik.

Bisa cek blog nya di www.paksoma.blogspot.com Recommended buat backpacker. 
Sayang kapasitasnya hanya ada 6 kamar, jadi kalau dateng pas musim liburan dan gak boking dulu dijamin full, kemarin aja kita sampe sekamar isi 5 orang biar tamu yang lain bisa kedapetan kamar. keuntungannya, biaya penginapan kita bisa makin dipress dah.. 52ribu untuk 2 malam itupun udah termasuk xtra bed, antar-jemput ke stasiun dan terminal. Mantab

daftar Menu, Harga sewa mobil/motor &
info wisata kuliner/belanja bandung yang disediain paksoma

*TRANS STUDIO THEME PARK BANDUNG*

Masuk ke Trans Studio, normalnya untuk Week-day harga 150rb dan Week-end 200rb . Namun, khusus dalam rangka liburan anak sekolah kemaren dinaikkin 50rb. (tiket masuk ini berlaku untuk semua jenis permainan, khusus pembelian food&beverages di dalam studio, pembayaran bukan cash melainkan harus deposit sejumlah uang dulu di kartunya).

Sebelum menjelajah, boleh minta Tour Guide (Peta) lokasi permainan di bagian informasi, biar gak nyasar dan bingung cari tempat permainan, GRATIS!



Total wahana yang dimiliki Trans Studio Bandung adalah 20 wahana dengan 5 wahana ekstrim.. (ada Vertigo/macam kicir2nya Dufan, Negeri Raksasa/ Hysteria versi Dufan, Giant Swing, Jelajah /niagara versi Dufan, dan yang paling menantang YAMAHA RACING COASTER!), ada pertunjukan theter ala Broadway (cari tau jam mainnya, karena gak tiap jam ada), Trans Broadcast Museum, Science Center (paling menarik, scientifik, informatif ! ini semacam Taman Pintar kalau di jogja) dan masih banyak lagi, gak cukup seharian mainnya, nanti tiap jam 17.00 ada parade tokoh2 yang ada di studio, mulai dari kurcaci sampai Jeng Kelin KW ada.




Yamaha Racing Coaster



Trans Studio Hall



Jelajah pasti Basah !

welcome to Trans Theater

"Kabayan goes to Hollywood "
"special Effect"- Amphiteatre




Science Center ! - Chemistry Corner

tornado buatan



chocolate & candy shop



Main di trans mulai dari jam 11 sampai 7 malam, rasanya masih kurang puas, tapi karena besok paginya harus pulang dan cari oleh-oleh, kunjungan ke trans berakhir sudah. 
Cari oleh-olehnya biar cepet, kita memutuskan untuk sewa motor (selain ada temen yang nunjukin jalannya), bisa lebih murah karena biaya sewa dibagi berdua dan lebih efektif ketimbang naik angkot. Kongkow sebentar, halah, di depan gedung sate, makan seafood yang porsinya bejibun (dengan harga yang ternyata agak lebih mahal di banding jogja huhu), langsung capcus lagi ke penginapan karena besok pagi harus pulang ke yogya pake Lodaya Pagi.


Besok paginya diantar lagi sama bapak penginapan ke Stasiun Kiara Condong (beberapa kereta Bisnis berhenti juga di st. Kiara Condong salah satunya Lodaya Pagi). Lumayan menunggu keretanya agak lama karena start dari stasiun Hall, ini lebih baik daripada tertinggal kereta, sambil menunggu, kepulangan kami pagi itu diiringi alunan suling bambu yang dimainkan salah satu calon penumpang.. jadi sunda banget suasananya :))



Kamis, 12 Januari 2012

Fun Rafting di Sungai Elo

Musim liburan pas musim hujan gini paling pas buat RAFTING ! boso indonesiane Arung Jeram..debit air yang lagi tinggi dan arus sungai cukup lumayan, inilah yang dicari.

for your information, di yogya dan sekitarnya ada 4 sungai yang populer dijadikan sebagai arena rafting, mereka adalah sungai Elo, sungai Progo Atas, sungai Progo Bawah (kalau gak salah sekarang masih ditutup karena terkena dampak aliran lahar dingin Merapi), dan Sungai Serayu.Keempat sungai ini punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda

Untuk para pemula (termasuk saya dan teman-teman), pilihan rafting jatuh pada sungai Elo di kawasan Magelang (lokasinya dekat dengan candi Borobudur).
Meeting point kita di hotel  (yang nantinya kita gunakan untuk ganti baju, mandi, dan makan siang).. setelah siap semua kostumnya, kamera udah dititip ke panitia, pake lotion anti matahari, dan nyeker (bagi yang males sepatunya basah dan gak punya sepatu sendal) kita berangkat pake jemputan angkot rame2 ke tempat start.. lumayan jauh jaraknya karena tempat finnishnya deket sama hotel.

Sampai di tempat start., briefing dulu.. sedikit pemanasan, pakai pelampung - helm,  pembagian tim (1 perahu idealnya di isi 6 orang + 1 orang pemandu, total 7 ornag) dan yang paling penting adalah mendengarkan instruksi pemandu termasuk cara mendayung, pengenalan beberapa istilah mendayung, dan petunjuk keselamatan !
Menurut pemandu, kami akan mengarungi sungai Elo sepanjang 12km dan melewati 26 jeram, waktu tempuhnya bisa sekitar 2jam tapi tergantung arus sungainya.
Sungai Elo ini gak seseram yang dibayangkan, sungainya cenderung datar dan jeramnya juga gak menakutkan, masih ada bagian yang tenang jadi bisa buat cebur-ceburan. Sungai ini masih dijadikan fasilitas warga setempat untuk mencuci, mandi, merenung, mancing dan juga buang air sodara-sodara!! jadi jangan kaget pas melintas di sungai ini terlihat pemandangan yang agak 'syur' karena lumayan banyak simbah-simbah yang mandi di pinggir sungai haha

 best capture!

kejar mengejar perahu

Setelah kira-kira menempuh setengah perjalanan, kita menepi lagi, untuk istirahat sambil menyantap snack dan (seharusnya) degan. Lanjut perjalanan, berpose pas lagi ada kamera, battle antar perahu, cebur-ceburan dan sedikit game. sekitar 1,5jam kita udah sampai finnish, lebih cepat dari biasanya karena arusnya lumayan kenceng akibat hujan semalam, dijemput angkot lagi basah-basah ke hotel, mandi, terakhir makan siang.

Jangan lupa bawa :
  1. Baju ganti
  2. Alat mandi
  3. Kamera
  4. Sunblock (yang gak punya minta aja)
  5. Sendal-sepatu (kalo gak punya nyeker)
  6. Yang berkacamata, asal kenceng dan bingkainya gak ringkih masih bisa di pakai


keywords : Rafting, Arung Jeram, Sungai Elo

Selasa, 03 Januari 2012

Hutan Pinus Imogiri & Kebun Buah Mangunan

Pernah dengar ada hutan pinus di yogyakarta? Pernah tahu di yogya ada kebun buah? Yak, ditengah hiruk pikuk riuh nya suasanya jogja, tempat ini boleh menjadi pilihan refreshing bersama teman atau keluarga. Tepatnya ada di daerah Dlingo, Mangunan, Bantul.

Ada apa aja disana?

1. Hutan Pinus 

adalah suatu hutan lokal yang pohonnya homogen oleh pinus. Tempatnya sejuk , rimbun, udaranya bersih dan asri. Karena alasan ini, banyak warga yang memfungsikan hutan ini sebagai sekedar tempat refresh nyari udara segar dan tentunya sebagai spot berfoto. Ada yang pake buat foto pre-wed disini juga. Hutan ini luas, tapi hanya satu titik yang bisa di pakai untuk hunting foto karena tidak banyak rumput liar dan areanya datarnya yang cukup luas. Updet terakhir bulan desember 2012 saya ke sana, sudah ada warung kecil dan area parkir kecil di depan spot ini. Sehingga tak menyulitkan lagi untuk cari lokasi, jalan menuju hutan pinus juga sudah di beri plang, jangan khawatir kesasar deh :D
 




2012 
2014



2. Kebun Buah Mangunan.


Tempatnya tak jauh dari hutan pinus. Nah, kalau tempat ini dikonsentrasikan untuk tanaman     buah-buahan. Untuk masuk kesini dikenakan biaya retribusi sebesar 5000 rupiah per orang. Kebunnya luas, ada tempat pembibitan  pohon organik, taman bermain, mushola juga ada. Tapi sayang, gak boleh metik buah yang ada disekitar kebun sembarangan, padahal ada durian & sirsak yang lagi berbuah (tapi masih mentah sih, hehe)

Tujuan utama kami ke kebuh buah ini sebenarnya bukan untuk cari buah, tapi naik ke Puncak Mangunan. Dari pintu masuk, ikuti jalan menurun, dan ikuti plang kecil dengan tulisan 'ke puncak' sampai ketemu taman bermain dengan kolam, dari situ bisa pilih 2 alternatif jalan lagi : jalan kaki atau nekat naik motor menyusuri jalan terjal nan tak mulus. Kalau jalan kaki, lebih baik lewat tangga yang letaknya di sebelah kiri kolam, agak capek sih tapi gak terlalu jauh kok. Kalau mau pakai motor juga bisa, naiknya lewat jalan memutar di sebelah kanan kolam. 

Pemandangan seperti ini yang bisa kita lihat dari Puncak Bukit Manguna
 




sungai yg membelah daratan


tetap semangat foto walaupun panas terik

*disarankan untuk membawa Tripod untuk kepentingan foto narsis barengan :p

How to get there ?
Ancer – ancer jalannya.. dari perempatan Terminal Giwangan terus ke selatan (jl Imogiri Timur) ikutin aja jalannya.. agak jauh memang. kalau takut keabisan bensin, tenang saja ada 2 SPBU yang akan kita lewati menuju ke Mangunan. Masih di jl Imogiri Timur kalau udah gak ada petunjuk ke makam, ikuti petunjuk jalan ke Dlingo/ Mangunan. Lepas dari jalan Imogiri Timur menuju Mangunan, mulailah terasa jalan yang mendaki dan berkelok, mirip jalan mau ke Pathuk, dieng, atau ketep.


Jalan ke Hutan Pinus dan Kebun Buah Mangunan masih searah. Kita akan melewati hutan pinus dulu sebelum Kebun Buah Mangunan. Dari jalan utama, nanti ada petunjuk kecil ke arah Hutan Pinus (keluar jalan utama, lurus, jalannya nanjak). sedangkan Kebun Buah Mangunan masih ikutin petunjuk jalan utama ke kanan. Kalau kamu udah ngelewatin jalan masuk ke kebun buah (kanan jalan) dan jalannya sudah relatif menurun, tandanya kamu kebablasan, puter balik ya
Gak sulit kok nemuin jalannya, tinggal ikut petunjuk jalan atau kalau gak ketemu tanya warga deh :)

*) last updated 2014

keywords : kebun buah mangunan, hutan pinus imogiri

Senin, 22 Agustus 2011

amazing Merapi

Jogja selalu memberikan kesan tersendiri bagi setiap orang yang pernah menjejakkan kaki di sana, bahkan ketika saya meninggalkan jogja untuk sementara (baca : mudik), kota ini menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan dari udara Kemarin tgl 21 Agustus, saya ambil penerbangan direct dari jogja ke kampung halaman saya balikpapan, jadwal terbangnya pagi hari (take off jam 07.55), cuaca waktu itu cerah dan berkabut.. baru ketinggian beberapa ratus kaki saja pemandangan di bawah udah kabur ketutup kabut., awalnya agak kecewa karena pasti gak bisa liat pemandangan di bawah dan pastinya Merapi. Sampai akhirnya di ketinggian 3000 m (kalau disamakan dengan tinggi puncak merapi), pesawat masih dalam kondisi take off, tiba-tiba cuaca di atas cerah, dan tampaklah puncak gunung Merapi yang menakjubkan bersanding dengan gunung Merbabu, dan ada sekitar 4 puncak gunung lainnya yang terlihat di sekitarnya.. Subhanallah! Buru-buru saya ambil kamera dari tas, langsung jepret-jepret, orang di belakang saya juga udah ambil posisi motret, bedanya dia pake kamera DSLR sedangkan saya cuma kamera poket biasa..pasti hasilnya jauh lebih bagus punya dia T_T (mupeng). Hm, tapi tak apalah dapet kursi nomer 4 dari belakang jadi terobati deh.
dibawahnya samar-samar terlihat kota jogja



gak ngiklan lo ya hehe

Minggu, 14 Agustus 2011

jelajah Pantai : rimbun nya Pantai Kuwaru (Bantul, DIY)

Tiba-tiba pengen makan seafood di pinggir pantai, bosen di pantai Depok yang jadi langganan, kita nyoba pantai lain di daerah Bantul, namanya Pantai Kuwaru, pantai ini menyediakan pasar ikan mini dan tempat masak juga mirip pantai Depok. Karena belum pernah ke pantai ini sebelumnya, dengan modal nekad dan modal petunjuk sederhana dari teman, jadilah kita berangkat..

Rute yang kita lewati adalah lewat jl. Bantul.. teruss aja.. sampe jalan Samas.. (FYI, pantai Kuwaru itu masih selingkungan sama pantai Samas) jadi ikutin aja petunjuk jalan ke arah Samas, maka anda akan dihantarkan juga ke pantai Kuwaru..
Kalo dari jl Samas ada 2 jalan yg menuju pantai ini, kalau lurus terus nanti lewat Gerbang Wisata Samas n kena retribusi, atau bisa juga nanti kl udah di jl Samas ada belokan ke kanan (yg keliatan petunjuknya pantai Gua Cemara..n Pantai Kuwaru /agak ketutupan ). Pas rute pulang kita milih lewat jalan yang berbeda dari jalan masuk, dan tembusnya ternyata udah di jalan Samas itu jadi gak ngelewatin gerbang wisata Pantai Samas

kemarin karena kita gak liat papan petunjuk Pantai Kuwaru itu, jadilah kita bablas terus lewat Gerbang Wisata Samas (kyk gerbang masuk Parang Tritis).. kita ditarik retribusi per orang 2000 rupiah motornya 1000 rupiah juga.

Sepanjang perjalanan mencapai pintu Gerbang Wisata Samas ini, kita disuguhkan pemandangan desa yang sangat desa.. bener dehh.berasa pulang ke rumah mbahku.. kerasa banget dari jalan raya yang besar, kemudian menyempit dan kiri kanan jalan hanya sawah dan saluran air untuk irigasi..kebetulan pas lewat, lagi musim panen, angin nya kenceng banget dan banyak biji padi yang dijemur di pinggir jalan jadi malah ikutan terbang-terbang, kasihan bapak petaninya sibuk ngerapiin.
Sampai di gerbang Wisata Samas dan bayar retribusi, kita lanjut mencari pantai Kuwaru yang sampai waktu itu kita blom tau arah mana.. sempet nyasar juga dan melewati beberapa pantai.. ada pantai Cemara, pantai (lupa namanya) disitu ada mercusuar nya. kyaknya keren kalo foto2 di situ. sayang pas habis dari Kuwaru kita kesorean, jadinya gak sempet ke pantai itu deh.

Ini adalah beberapa penampakan dari Pantai Kuwaru :



pantai Kuwaru


bisa sewa ATV


rimbun di bawah Cemara Udang



Pantainya gak seluas depok, tapi isinya lumayan padat. Warna pasirnya abu-abu dan sayang pantainya gak bersih. Ada larangan untuk tidak berenang di pantai karena ombaknya yang besar. Di sepanjang pinggir pantai ditanam Cemara jenis Cemara Udang (sepertinya tanaman ini yang bikin Kuwaru jadi cantik, kalau gak ada tanaman ini kayaknya pantai ini jadi sepi pengunjung).

Fasilitas di pantai ini adalah kolam berenang mini untuk anak-anak, banyak depot makan seafood dan bisa beli bahannya langsung di pasar ikannya, konsepnya persis seperti pantai Depok. Bedanya pasarnya disini cuma sedikit. Di pantai ini juga bisa sewa ATV keliling pantai.

Makan siang kita beli ikan, cumi dan udang., dimasak di rumah makan sekitar situ. banyak kok rumah makannya, tinggal pilih tempat dan rasanya palingan beda-beda tipis. Bisa pilih masak apa, bisa di saus tiram, saus kuning, bakar, goreng tepung, dll.

keywords : pantai Kuwaru Bantul

Sabtu, 21 Mei 2011

Merapi oh Merapi


Setelah erupsi bulan November 2010 lalu, saya ber'kunjung' (gak etis kalo dibilang wisata) ke gunung Merapi, tepatnya dibulan Februari.. kondisi di 'atas' (di yogyakarta orang2 menyebut daerah kaliurang dengan sebutan 'atas' karena letaknya yang lebih tinggi) masih memprihatinkan.
Saya memang belum pernah berkunjung ke Merapi semasa belum erupsi, namun sisa-sisa hutan dan pemukiman yang luluh lantak saat erupsi masih terlihat jelas.. merinding saya pertama kali ngeliat..

Pemandangan yang pertama terlihat sungguh mengiris hati (lebay hehe), Gunung Merapi terlihat jumawa dan gagah di depan mata, kontras banget sama pemandangan rata disekelilingnya. Kiri - kanan jalan semua pohon sudah meranggas dan kering, hangus oleh wedus gembel Merapi, kata temanku yang dulu pernah kesini dulu dusun kinah rejo itu rimbun banget. Rumah - rumah dan sekolah sudah hancur tinggal kerangka, malah beberapa rumah sudah terpendam pasir dan abu vulkanik, jadi cuma terlihat separuh nya saja.


diambil dari jembatan (lupa namanya)
sungai ini mengalami peninggian, karena lahar dingin





semua pohon dan rumah rata dengan tanah

Di sana mulai dilakukan penghijauan lagi (reboisasi <-- udah lama gak denger kata-kata ini) tapi berhubung yang di tanem pohon yang masih kecil n belum kuat akar dan batangnya jadilah banyak pohon yang gak bertahan lama karena angin di atas kenceng banget di tambah masih musim hujan.


Suasana di atas Merapi udah rame waktu itu, banyak pedagang2 kaki lima yang jualan, mulai dari jajanan, buah-buahan, foto-foto dan video erupsi sampai umang-umang (keong kecil) di jual juga disini.(saya dapet info kalau yang jualan disini adalah warga dusun kinahrejo dan cangkringan, sebagian malah rumahnya ikut hancur saat erupsi)

Perjalanan ke dusun Kinahrejo, Cangkringan (dulu tempat tinggalnya Mbah Maridjan) dapat di tempuh dengan kendaraan pribadi. Dari jalan kaliurang sekitar km 23, ada belokan ke kanan (biasanya banyak orang yang nunjukkin jalan masuknya,*daerah ini jadi tujuan ber'kunjung' pasca erupsi) dan tinggal mengikuti papan petunjuk, sampailah kita ke dusun kinahrejo. Sepanjang jalan kecil, suka ada warga yang minta sumbangan seikhlasnya (jadi siapin receh dari rumah ya) dan kalau udah agak siang dan lalu lintas lagi ramai diberlakukan sistem buka tutup jalan..

Masuk dusun kinahrejo dikenakan tiket kalo gak salah sekitar 2000 apa 4000 gitu per kepala..
sudah termasuk area parkir. Ada 3 area parkir besar di sana, yang paling terakhir adalah area parkir terdekat dengan pintu masuk dusun. setelah kendaraan di parkir, kita lanjut lagi jalan kaki dengan kondisi jalan 'nanjak' pake banget, di sediain jasa ojek juga buat yang gak kuat naik.. (berhub masih muda (masak kita kalah ama nenek2 yg semangat jalan), sekalian ngirit juga kita milih jalan kaki..


dapet spot bagus untuk foto


cantiknya Merapi
(di lapangan ini disediain tempat duduk panjang untuk menikmati pemandangan merapi)




keywords : Gunung Merapi, Erupsi, Yogyakarta

Rabu, 18 Mei 2011

jelajah Pantai : sekilas Pantai Indrayanti dan Pantai Drini (Wonosari, DIY)


hunting pantai kali ini masih di seputaran daerah Yogyakarta.. tepatnya kabupaten Gunung Kidul, Wonosari.. di kabupaten ini banyak banget pantai-pantai indah yang mungkin belum banyak diketahui orang-orang di luar Yogya.. meskipun pantai-pantai di sini kalah saing sama pantai Parang Tritis tapi saya jamin panorama, laut n pasirnya lebih indah di banding Parang Tritis.. hehe..

Di wonosari ada banyak pantai, , sebut saja Pantai Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Siung, Sepanjang, dan lain-lain.. pantai-pantai ini sebenarnya letaknya berdekatan (tetanggaan), sehingga ada kemiripan di tiap pantainya dan semuanya indah (bayangkan yang kita lihat adalah samudra indonesia) dan pasirnya putih-putih (beda banget sama ParangTritis atau Depok yang pasirnya abu-abu)



nah, berhubung 3 pantai pertama yang saya sebutkan ,menurut saya, sudah kehilangan jatidiri (baca: daya tarik) jadi saya akan bahas 2 pantai lain yang masih tetangga mereka yaitu Pantai Indrayanti dan Pantai Drini

1. Pantai Indrayanti
awalnya tau pantai ini dari seorang kawan, tadinya gak niat mau k pantai ini, tapi berhubung pas masuk pos objek wisata (rencana awal pengen ke Sepanjang) setelah muter-muter dan gak nyampe-nyampe, akhirnya kita temukan pemandangan yang selama ini kita tunggu-tunggu. yak, ketika kita liat air laut, lngsung kita tereak kegirangan. ternyata kita temukan bukan pantai Sepanjang melainkan pantai Indrayanti, akhirnya berhenti lah dulu kita di sini, sambil makan siang n solat. (kalau dari arah timur, pantai Indrayanti terletak sebelum Pantai Sundak)

Berdasarkan data yang saya kumpulkan, halah, tenyata pantai ini adalah pantai pribadi. namanya di ambil dari pemilik pantai (indra dan yanti). katanya lagi ternyata pantai ini masih dipertanyakan kepemilikannya karena di bangun di atas tanah Kesultananan Ngayugyokarto Hadiningrat (Sultan Ground), peraturannya masyarakat hanya diberi hak untuk memanfaatkan tanah tapi tidak memilikinya (sumber : http://teamtouring.net/pro-kontra-pantai-indrayanti.html).


pantai indrayanti

Pantai ini tergolong rapi dan tertata, diantara pantai-pantai lain di area ini (yang pernah saya kunjungi) bersih pula.. banyak gazebo-gazebo dari kayu dan beratap saung untuk menikmati makan siang atau sekedar kelapa muda dari restoran pengelola, musola, toilet sampe Guest House juga ada.. sewa jetski juga ada. Sepertinya di Pantai ini pengelolanya cuma 1 jadi lebih teratur tata letaknya, gak kayak di pantai lain yang bikinnya 'keroyokan'.. terus di tiap sudut di sediain tong sampah yang isinya (sampah dong) selalu cepat dibuang kalo udah penuh, jadi gak ada alasan buat para pengunjung untuk buang sampah sembarangan.. patut di tiru nih


gazebo


jejeran gazebo pinggir pantai indrayanti


bicara tekstur pantainya.. kontur pantainya landai, pasirnya putih, dengan banyak coral di dasar lautnya (mirip pantai Kukup dan Drini), di sisi Barat (kanan) banyak batu-batu karang besar sedangkan sisi kiri ada karang di tengah laut (mirip pantai Krakal).. kalau ombak sedang tidak besar, bisa berenang di atas coral2 itu, hati-hati dengan bulu babi yang kadang muncul



batu karang gede


konco-konco eksis


batu coral di dasar pantai indrayanti


2. Pantai Drini

Abis dari Pantai Indrayanti, kita jalan lagi nelusurin pantai.. ketemu pantai Sundak, berhubung pantai nya dekat dan konturnya sama, kita gak singgah di pantai ini.. kita juga ngelewatin pantai Krakal (karena udah pernah ke sini, kita skip juga)
keluar area.. masuk pos wisata lagi, skrg kita nyari pantai Drini atau Sepanjang.. (ke arah Barat), masuk pos objek wisata (tiap masuk pos biasanya 5000), gilee.. jalan masuk ke pantai Drini, syerem oi.. masuk utan banget, dan cuma bisa muat selebar 1 mobil (dipastikan jalur ini One Way) mana jauh pula.. sempet takut salah jalan.. ( o y, jangan takut tersesat, biasanya sudah ada petunjuk jalan, walaupun kecil, yg menuju ke pantai)

setelah ketemu pantai Drini, pantai di sini tergolong sepi.. gak banyak wisatawan yang berkunjung kesini.. tetap ada fasilitas WC umum dan warung kecil-kecil untuk mengganjal perut..

pas pertama liat, pemandangan pertama yang terlihat adalah karang segede kapal feri terbentang di hadapan.. karang ini punya tangga naik ke atas. jadi kita bisa liat pemandangan sekitar pantai Drini dari ketinggian (entah berapa puluh meter)..
kontur pantainya lebih mirip seperti Pantai Kukup, coral dasar lautnya luas, dan di sisi kanan pantai ada lautan pasir putih..





pantai drini tampak atas
(diambil dari tangga naik)


sisi kanan (lautan pasir)



pantai tetangga dari atas karang drini
(terlihat pantai krakal)



karang di pantai Drini (bisa naik pake tangga)



masuk pantai Drini


Keywords : pantai Drini, Indrayanti, Wonosari, Yogyakarta