Senin, 18 Maret 2013
Jumat, 18 Januari 2013
Kota Tua : Menilik Sejarah di Jakarta
Jakarta, ibu kota Indonesia (anak sd juga tau). Liburan ke Jakarta, jangan hanya shopping atau main ke Dufan aja. Jakarta juga punya tempat yang dikonsentrasikan untuk budaya, selain Taman Mini Indonesia Indah, dia adalah Kota Tua.
Kota Tua merupakan suatu kompleks bangunan peninggalan era Belanda, mulai dari kantor Gubernur, museum wayang, sampai beberapa pub/cafe yang sepertinya masih aktif. Pun, banyak pedagang kaki lima yang berjualan di sini, mulai dari es lilin, soto betawi, sampai kerak telor, komplit dijajakan di sini.
| banyak kaki lima yg meramaikan |
Selain itu di Kota Tua ini disediakan Sepeda Onthel modern yang di sewakan untuk sekedar berkeliling atau untuk tur ke wilayah sekitar Kota Tua. Paket Tur termasuk guide, waktu tahun 2009 dihargai kalau gak salah inget 30.000- sudah termasuk 1 sepeda dan bisa digunakan berdua. Wilayah yang dijelajahi antara lain Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, Menara Syah Bandar, Jembatan Tarik Kota Intan dan area di sekitar Toko Merah. Sepanjang perjalanan, bapak guide nya tanpa henti menjelaskan sejarah dan dengan senang hati pula mengambil gambar kita. Top Pokoknya. Cerita selanjutnya biar gambar yang bicara ya :D
| lets bike around the town! |
Minggu, 06 Januari 2013
Pantai Pok Tunggal
Pantai Pok Tunggal, (masih) di jejeran pesisir pantai Wonosari, Gunung kidul, Yogyakarta. Letaknya tak jauh dari golongan pantai wonosari lain yang terkenal lebih dulu seperti Indrayanti, Drini, dll. Pantai ini merupakan pantai yang baru di kelola, namun sudah cukup ramai dikunjungi (khususnya hari libur). Kontur pantainya kurang lebih sama seperti indrayanti dan pantai sepanjang. Pasirnya masih putih, dengan bibir pantai dibatasi oleh karang didasarnya. Pantai ini memiliki ke-khas-an berupa satu pohon rindang yang ada di pinggir pantai
Karena masih golongan pantai yang baru ditemukan, awalnya, saya mengira Pantai Pok Tunggal masih sepi pengunjung kala liburan tahun baru tapi prediksi saya meleset rupanya, ternyata pantai ini sudah demikian tenarnya, dilihat dari luar nampaknya sepi namun ketika sudah berada didalam.. ramainyaa.. gak kalah sama pasar ikan !
Fasilitas yang sudah ada di pantai ini cukup banyak seperti kamar mandi, toko kelontong yang menjual makanan ringan dan aksesoris pantai, ada sewa payung, tikar dan tenda juga. Dari info pemilik sewa tenda, harga sewa payung berkisar antara 15 ribu - 25 ribu, sedangkan sewa tenda kecil 85 ribu dan tenda besar 135 ribu. Sewa tikar lain lagi harganya berkisar 5 ribu - 10 ribu. Panas terik di siang hari berhasil melariskan dagangan mereka.
Sayangnya, akses menuju pantai ini masih kurang lebar dan dalam kondisi belum bagus, jalan masuk = jalan keluar, jalannya sempit untuk kendaraan roda empat, jadi kalo papasan mobil sama mobil, salah satu harus mengalah, belum lagi kalo ternyata belokan dan jalannya gak muat.. grrrr... maju mundur mepet sana sini biar bisa lewat
1 km pertama masuk ke pok tunggal dari jalan utama masih berupa cor blok, sampai di tengah jalan mulai lah jalan tanah berbatu, mesti hati-hati lewat sini, apalagi kalau hujan pasti licin, sampai di ujung jalan baru cor blok lagi. Ada 2 area parkir di pantai ini, area parkir atas dan parkir bawah di dekat pantai. Kalau dateng pas wiken dan pakai mobil, sangat direkomendasikan untuk parkir di atas, tak apalah jalan agak jauh sedikit, daripada pusing mikirin jalan yang sempit.
Rabu, 24 Oktober 2012
Mystical Sunrise at Punthuk Setumbu
Menikmati 'borobudur sunrise' dengan budget ala backpacker sangat bisa kita nikmati di Punthuk Setumbu. Punthuk Setumbu adalah salah satu spot terbaik untuk menikmati sunrise dengan pemandangan borobudur yang diselimuti kabut dan background gunung Merapi - Merbabu.
Punthuk Setumbu baru beberapa tahun belakangan ini menjadi primadona penikmat sunrise dan pemburu foto. Letaknya masih di sekitar komplek Borobudur, tepatnya di desa Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah. Punthuk Setumbu ini sebenarnya adalah sebuah bukit yang tanahnya masih digunakan warga sekitar untuk bercocok tanam, tapi di satu titik dikelola warga sebagai tempat untuk menikmati sunrise.
Karena judulnya menikmati SUNRISE, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah bangun sangat pagi sekali ! Pukul 5 lebih pada akhir musim kemarau begini biasanya matahari sudah mulai menunjukkan semburat sinar merahnya jadi pastikan pukul setengah 5 harus sudah di TKP
Waktu yang kami butuhkan dari jogja menuju punthuk setumbu adalah sekitar 1 jam, maka kami berangkat pukul 3 pagi. Untuk mencapai daerah ini, kita melalui jalan yang sama seperti ke Borobudur, kemudian sampai di Borobudur belok kiri (mengikuti arah Hotel Manohara -- Punthuk Setumbu), lewati hotel Manohara terus saja melewati perkampungan warga sampai ketemu perempatan WARUNG pertama, belok kanan, ikuti saja jalan utamanya agak jauh, sampai ketemu mesjid kecil di sebelah kiri dan ada poskamling dengan plang Punthuk Setumbu disebelah kanan.
| poskamling depan mesjid (gambar diambil saat pulang) |
| jalan menanjak menuju loket retribusi |
| loket retribusi dan tempat parkir atas |
Kendaraan bisa di parkir di mesjid atau naik (disediakan lapangan parkir di atas) dengan jalan yang cukup terjal. Lebih disarankan parkir di atas karena, jika parkir di bawah energi kita sudah habis setengah untuk mendaki. Nanti di atas ada retribusi, 15 ribu per orang, ada guide dipinjamkan senter dan dipandu menyusuri jalan setapak (jika semalam hujan pasti becek).
Setelah 20 menit yang menguras nafas (ketauan jarang olahraga) sampai juga di punthuk setumbu.. breathtaking sejenak lihat pemandangan cantik dengan kabut-kabut yang mulai turun menutupi pohon dan borobodur sambil menunggu matahari naik -- thats why i called it 'the mystical sunrise' :D .
Kira-kira ini yang bisa kita lihat dengan mata telanjang :
| 23 Oktober 2012 jam 05.37 |
| 23 Oktober 2012 jam 06.26 |
| mystical sunrise :) -- Punthuk Setumbu |
| the misty borobudur |
Nah, Karena judulnya wisata alam dan yang kita lihat adalah prosesi alamiah dari sunrise maka nasib anda tergantung pada cuaca, jika cerah terlihat tapi jika mendung maka pemandangan tak terlihat. Beruntung hari itu cerah, tidak seperti hari sebelumnya yang mendung sehingga menghalangi pemandangan mystical ini. Gunung Merapi-Merbabu pun juga tampak walaupun awalnya ada sedikit awan yang menutupi. Sebenarnya ada tips untuk mengunjungi punthuk setumbu ini, lihat cuaca hari sebelumnya atau lihat langit malam sebelum berangkat, jika langit cerah dengan taburan bintang yang terlihat, bisa di-RAMAL-kan pagi itu tidak ada mendung. *hm tapi manusia hanya bisa meramal, Tuhan juga yang menentukan :p
Highlight :
- Di area ini juga disediakan beberapa homestay, jadi bagi wisatawan luar daerah yang tidak ingin terlalu jauh dari setumbu bisa menginap disini.
- Siapkan alas kaki paling nyaman untuk digunakan mendaki
- Bawa air putih, walaupun disediakan juga teh/kopi hangat gratis untuk pengunjung
- Datang sebelum jam 5 pagi agar tidak terlalu terburu-buru naik bukit dan mengakibatkan capek
- Bawa teropong lebih baik untuk melihat borobudur, karena borobudurnya kecil sekaliii
- Bawa perlengkapan fotografi
| enjoying sunrise |
| gardu pandang setumbu |
| jalan setapak turun dari setumbu |
keywords : Punthuk Setumbu, Thuk Setumbu, Stumbu, Borobudur Sunrise, Magelang
Rabu, 03 Oktober 2012
Cave Tubing di Kali Suci (Wonosari, DIY)
Cave Tubing, adalah salah potensi wisata baru yang sedang digalakkan oleh kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.
Apa itu Cave Tubing ? Cave berarti Gua, Tubing asal kata dari Tube berarti pipa. Cave Tubing ini adalah salah satu metode susur Gua dengan bantuan pipa (loh kok pipa?) maksudnya dengan bantuan ban. Jadi, caranya bukan menggunakan perahu karet seperti rafting, tapi kita duduk/ lebih tepatnya berbaring di atas ban karet untuk kemudian pasrah dengan arus air yang mengalir. Pasrah disini bukan berarti tidak safe, tetap ada guide yang akan mengarahkan perjalanan dan penumpang tetap diberi perlengkapan seperti helm, deker juga pelampung untuk keselamatan.
Di Yogya sendiri, ada dua tempat ber-cave tubing ria, keduanya sama-sama terletak di Wonosari, kabupaten Gn. Kidul, yaitu di Gua Pindul dan Kali Suci. Nah, kali ini saya berkesempatan untuk mencicipi cave tubing di Kali Suci. Kenapa Kali Suci? Mendengar dari beberapa informasi, arus dan kontur di Kali Suci ini kabarnya lebih mantab dan menantang daripada Gua Pindul yang arusnya lebih tenang (kata yang sudah pernah nyicip Gua Pindul lo)
Berangkat ke TKP, agak susah mencari lokasi Kali Suci, karena minimnya petunjuk arah, sehingga kami harus lumayan aktif bertanya pada penduduk sekitar. Sampai di sana, setelah membayar sejumlah 65 ribu rupiah, kami harus menunggu giliran ber-cave tubing. Setelah tiba giliran, kami diberi perlengkapan keselamatan termasuk beberapa instruksi. Nah sekarang persiapan sudah oke, saatnya nyemplung ke sungai, tapi di mana sungainya? Ternyata untuk menuju Kali Suci , kita harus berjalan kaki, sambil menggotong sendiri ban yang akan kita pakai untuk susur gua.
Setelah ketemu Kali-nya (arusnya deras !) , kamipun di pandu untuk turun bergantian secara teratur, dan agar kami tidak terlepas digunakanlah tali yang harus kita pegang erat, sekali tali lepas dari genggaman, maka kita bisa ikut arus duluan. hm, kebayangkan kalau terlalu jauh terseret arus, makanya disini kita sangat perlu mendengar apa yang diinstuksikan oleh pemandu. Setelah semua sudah turun ke air, saatnya kita tur gua, pemandu akan menjelaskan beberapa zona di Gua dari yang zona terang sampai zona gelap total,sambil mendengarkan kita disuguhi pemandangan gua seperti stalagmit dan stalagtit yang masih meneteskan air.
| start ! |
| pegangan tali |
| memasuki gua |
| jeram kecil dalam gua |
| zona gelap dalam gua |
| pose dulu yo |
Sebenarnya jarak tempuh/ panjang sungai di Kali Suci ini tidak begitu jauh, namun bisa memakan hingga 2 jam perjalanan, sebabnya karena pemandu harus mengatur satu demi satu pengunjung agar tetap dapat mengambang terbawa arus dengan aman dan teratur. Setelah tiba di akhir perjalanan, kami harus naik kembali ke daratan, dan untuk itu kami harus memanjat tebing semi lumpur yang kemiringannya 30 derajat kira-kira, dengan bantuan tali. Padahal kondisi kami saat itu sedang basah yang pastinya semakin menambah licin tanah yang kami pijak. Sesampainya di atas, kami di jemput dengan mobil pick up kembali ke markas awal kami berkumpul untuk mandi dan bersih-bersih, dan juga makan ! walaupun hanya dengan semangkuk indomie rebus pakai telur, karena lapar terasa nikmat
Catatan penting :
- Pakailah alas kaki sepatu/ sendal sepatu yang nyaman, bukan sendal jepit. Bisa nyeker juga, tapi lebih nyaman pakai alas kaki
- Dokumentasi lebih baik di titipkan pada guide, kecuali jika anda benar-benar yakin kamera bisa selamat di tangan anda
- Jika tidak punya watercase untuk kamera SLR, lebih baik bawa kamera poket, bisa disiasati dengan membungkus kamera poket dengan plastik bening, jadi relatif lebih aman terkena air
keyword : cave tubing, cave tubing kalisuci, kali suci, yogyakarta, wonosari
Press ENTER to look up in Wiktionary or CTRL+ENTER to look up in Wikipedia
Minggu, 16 September 2012
Jelajah Pantai : Pantai Sadeng dan Pantai Somandeng (Wonosari, Gunung Kidul Part. 3 )
| Pantai Sadeng |
Mumpung masih 'summer', tak bosan-bosannya saya kembali untuk menikmati eksotisme gunung kidul, ya. eksotis..mulai dari suasana desa nya, hutan jatinya yang meranggas, dan yang paling utama adalah pantainya !
Menjelajah pantai-pantai di Wonosari, menurut saya gak cukup waktu sehari. Apalagi kalau berangkat menuju TKP nya agak siang, di tambah waktu perjalanan yang cukup lama, dan waktu berfoto yang tak sebentar. Hmm, seharian paling banter cuma bisa 3-4 pantai kalau benar-benar menikmati waktu di tiap pantai.
Menjelajah pantai-pantai di Wonosari, menurut saya gak cukup waktu sehari. Apalagi kalau berangkat menuju TKP nya agak siang, di tambah waktu perjalanan yang cukup lama, dan waktu berfoto yang tak sebentar. Hmm, seharian paling banter cuma bisa 3-4 pantai kalau benar-benar menikmati waktu di tiap pantai.
Kali ini, saya dan kawan-kawan mencoba menjelajah pantai yang masih agak asing di telinga kami, yaitu Pantai Sadeng. Pantai ini terletak jauh dari kelompok pantai yang sedang populer saat ini seperti indrayanti, drini, kukup, baron, sepanjang dkk. Jalan menuju pantai ini teraspal bagus, didominasi bukit dengan tikungan tajam dan tanjakan yang cukup curam. Sesampainya kami di gerbang masuk, tidak terlihat panorama pantai pada umumnya, banyak perahu nelayan yang bersandar, dan ada aroma 'khas' ikan menyeruak masuk rongga hidung. Ternyata, Pantai Sadeng ini masih berfungsi secara aktif sebagai Tempat Pelelangan Ikan. Untuk dapat view yang bagus, kami harus masuk agak dalam. Benar saja kalau pantai ini tak sepopuler pantai yang lain, karena bagian pantai yang berpasirnya tak banyak, sisanya banyak bebatuan besar yang sengaja di susun memanjang untuk menanggul air laut. Ya, pantai Sadeng menawarkan pemandangan pantai yang berbeda
| tanggul air laut |
| perahu nelayan bersandar |
| Sadeng |
Setelah dari Sadeng, kami lanjut perjalanan menuju pantai Indrayanti untuk makan siang, tapi karena tempatnya full kami coba cari tempat makan di pantai sebelah, jalan kaki saja, namanya Pantai Somandeng, pantai ini masih tetangga dengan Indrayanti, hanya dibatasi karang. Relatif lebih sepi dari Indrayanti, maklum sebelah lebih populer, tapi Somandeng juga gak begitu mengecewakan. Setelah makan siang, dengan menu seafood seadanya (ya seadanya karena di sini berbeda dengan pantai Depok yang banyak pilihan seafood hehe), kami menikmati suasana pantai sampai datang waktu sunset
| Sunset from Somandeng Beach |
keyword : Pantai, Pantai Wonosari, Pantai Sadeng, Pantai Indrayanti, Pantai Somandeng
Senin, 10 September 2012
outside Telaga Putri (Telogo Putri)
huah. Lama gak nulis. Setelah berjibaku dengan berbagai ujian, akhirnya bisa sedikit meluangkan waktu untuk cari materi yang mau ditulis :D. Jalan-jalannya (masih) di seputaran jogja saja
Selama bertahun-tahun di yogya, jujur baru ini saya ke Telaga ( Telogo ) Putri, wara-wiri ke 'atas' mentok-mentok hanya ke Museum Ullen Sentalu atau Cangkringan. Bukannya 'gak' tahu, tapi memang belum berjodoh ke sana dari dulu, baru sekarang kesampaian.
Telaga Putri atau Telogo Putri ini, mungkin ujungnya jalan Kaliurang karena tak ada lagi jalan selain memutar. Telaga Putri dibagi dua area, area luar dan dalam, di area luar ada tempat bermain anak, kolam kecil untuk memancing, warung makan yang didominasi jadah tempe, dan tempat duduk-duduk. Di bagian dalamnya (inti) ada Air terjun, dan area view Merapi.
Sebelum masuk, kami sempatkan sholat dulu di Musholla dalam area parkir, lalu jalan-jalan sebentar di area tempat bermain, ada 'kawanan' Jeep juga parkir yang ternyata di sewakan untuk 'Merapi Jeep Adventure'.
| 'Jeep' ready to get some adventure ! |
| tempat duduk pinggir kolam yang kering |
| datang disaat bunga bermekaran |
| ada flying fox juga |
Puas foto-foto, kami lanjut cari loket masuk ke area inti Telogo Putri. Suhu di atas sini sangat sejuk, mengingat letaknya di kaki gunung
Merapi. Namun, karena letaknya yang tinggi ini juga membuat wisatawan
yang ingin melihat Merapi dari dekat 'gambling' dengan cuacanya. Kalau
beruntung atau cuaca cerah, Merapi bisa terlihat jelas, tapi kalau cuaca
lagi berawan, jangan harap bisa liat Merapi. Nah, kebetulan saat kami
kesana cuacanya lagi tak bersahabat, awan tebal menutupi Merapi :( ditambah lagi Air terjunnya lagi
kering, dampak kemarau dan erupsi tahun 2010 lalu yang menghanguskan
hutan di atasnya. Akhirnya kami urungkan niat untuk masuk, padahal harga tiket masuk area inti hanya 2000 rupiah saja per
orang.
Besok-besok, kami niatin, kalau cuaca lagi cerah, janji pasti
balik lagi. Sekarang ke obyek wisata lain, yaitu Telaga Nirmolo. Saya
tulis di post selanjutnya ya :))
keywords : Telaga Putri, Telogo Putri, Merapi, Yogyakarta
Minggu, 05 Agustus 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Jepang memang terkenal dengan transportasinya yang teratur, kompleks dan juga mahal (but you've get what you've paid). Berbag...
-
hunting pantai kali ini masih di seputaran daerah Yogyakarta.. tepatnya kabupaten Gunung Kidul, Wonosari.. di kabupaten ini banyak bange...
-
Lagi fakir liburan.. jadi hiburannya sightseeing sambil gowes aja di sekitaran kota Balikpapan. Kali ini gowes ke kampung atas air ya...
-
Selain jepang, negara terdekat yg bisa kita kunjungi utk berburu Spring dari indonesia adalah Korea Selatan. Berburu spot sakura di seoul da...
-
Pagi hari di akhir Oktober, suhu Grindelwald 0° C, perkiraan cuaca beberapa hari ini cerah, yeay senang sekali karena rencana kami hari i...